Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat brand awareness pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, yang tercermin dari lemahnya identitas merek, keterbatasan media promosi, dan tampilan visual usaha yang belum optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness UMKM melalui pendampingan branding dengan pendekatan service learning. Kegiatan dilaksanakan pada periode Oktober hingga November 2025 dengan melibatkan delapan UMKM mitra yang bergerak di sektor kuliner dan minuman. Metode service learning dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi, yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan branding mampu meningkatkan berbagai aspek visual dan promosi usaha, meliputi pengembangan logo, banner, kemasan, penataan booth, dan konten promosi digital. Beberapa UMKM juga mengalami peningkatan visibilitas usaha dan jumlah kunjungan pelanggan setelah intervensi dilakukan. Salah satu UMKM, misalnya, melaporkan peningkatan jumlah pelanggan harian dari sekitar 65–70 orang menjadi 85–90 orang per hari setelah dilakukan pembaruan desain banner promosi. Selain itu, program ini memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui penguatan keterampilan teknis dan interpersonal, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pendampingan branding melalui pendekatan service learning dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan daya saing dan brand awareness UMKM.Kata kunci: branding, brand awareness, UMKM, service learning, promosi digital
Copyrights © 2026