Jurnal Sosiologi Kontemporer
Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026

Eco-Masjid Sebagai Model Transformasi Kesadaran Lingkungan Jamaah Di Kota Makassar: Studi Sosiologi Agama Atas Praktik Pengelolaan Sampah Dan Hemat Air

Jamal Mirdad (Program Studi Sosiologi Agama, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini membahas eco-masjid sebagai model transformasi kesadaran lingkungan jamaah di Kota Makassar. Isu ini penting karena persoalan sampah, penggunaan air, dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat perkotaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial, budaya, dan keagamaan. Masjid sebagai institusi sosial-keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku kolektif jamaah melalui pengelolaan sampah dan prak tik hemat air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 10 informan, tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini secara khusus mengkaji eco-masjid sebagai model transformasi kesadaran lingkungan jamaah di Kota Makassar melalui perspektif sosiologi agama, terutama dengan melihat dua praktik utama, yaitu pengelolaan sampah dan penghematan air. Teori utama yang digunakan adalah New Ecological Paradigm yang dikembangkan oleh William R. Catton Jr. dan Riley E. Dunlap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik eco-masjid di Kota Makassar belum berjalan optimal. Sebagian besar masjid belum menerapkan pemilahan sampah dan sistem hemat air yang baik. Dari hasil penelusuran peneliti, hanya ditemukan satu masjid yang memiliki program bank sampah, namun partisipasi jamaah masih rendah akibat minimnya kesadaran dan pemahaman lingkungan. Dalam perspektif New Ecological Paradigm (NEP), eco-masjid berpotensi mentransformasi kesadaran jamaah dari pola pikir antroposentris menuju kesadaran ekologis. Penerapan eco-masjid didukung oleh banyaknya jumlah masjid dan fungsi masjid sebagai pusat dakwah, tetapi masih terhambat oleh apatisme jamaah, rendahnya literasi lingkungan, serta keterbatasan lahan pada sebagian masjid kecil. This study examines eco-mosque as a model for transforming the environmental awareness of congregants (jamaah) in Makassar City. This issue is significant because problems of waste management, water use, and low ecological awareness among urban communities are not merely technical, but also social, cultural, and religious in nature. As a socio-religious institution, the mosque holds a strategic position in shaping the collective behavior of congregants through waste management and water-saving practices. This study employs a qualitative approach involving 10 informants, with data collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Specifically, this study explores the eco-mosque as a model for transforming congregants' environmental awareness in Makassar City through the lens of the sociology of religion, focusing on two main practices: waste management and water conservation. The main theoretical framework applied is the New Ecological Paradigm (NEP), developed by William R. Catton Jr. and Riley E. Dunlap. The findings indicate that the implementation of eco-mosque practices in Makassar City has not yet run optimally. Most mosques have not adopted proper waste sorting or effective water-saving systems. The study identified only one mosque with a waste bank program, and even there, congregant participation remains low due to limited environmental awareness and understanding. From the perspective of the New Ecological Paradigm, the eco-mosque holds potential to transform congregants' mindset from an anthropocentric orientation toward greater ecological consciousness. The development of eco-mosques is supported by the large number of mosques and their function as centers of da'wah (Islamic outreach), yet it remains constrained by congregants' apathy, low environmental literacy, and land limitations in some smaller mosques.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jsk

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih ...