Produksi jagung yang tinggi di NTB (Nusa Tenggara Barat) menimbulkanlimbah yang tinggi berupa tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antioksidan pada fraksi-fraksi tongkol jagung ketanuntuk mengetahui tingkatan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH sebagai model radikal bebas.Metode penelitian dilakukan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi selama tiga hari kemudian difraksinasi dengan tiga pelarut yang polaritasnya berbeda yaitu n-heksan, etil asetat dan butanol. Uji bercak noda dilakukan sebagai uji kualitatif untuk mengetahui fraksi mana saja yang memiliki kandungan antioksidan sebelum masuk ke uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel. Untuk uji kuantitatif aktivitas antioksidan dilakukan pada panjang gelombang 516,40 nm. Sampel yang digunakan adalah lima varian konsentrasi yaitu 2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm; 10 ppm dan20 ppm pada semua fraksi dan standar dengan marker (kuarsetin). Hasil absorbansi dari setiap konsentrasi fraksi dan standar kuarsetin, dihitung nilai pensentase inhibisi dan IC50 dengan regresi linear. Hasil pengujian aktivitas antioksidan didapatkan untuk standar kuasetin, fraksi butanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan secara berturut-turut 2,354 ppm; 3,740 ppm; 8,937 ppm dan 7,625 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa semua fraksi memiliki nilai IC50 mendekati standar kuarsetin dan pelarut butanol memberikan hasil terbesar dalam aktivitasnya sebagai antioksidan.
Copyrights © 2026