Streptococcus pneumoniae dan Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri patogen utama penyebab pneumonia dengan tingkat resistensi antibiotik yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Bunga tanjung (Mimusops elengi L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri bunga tanjung terhadap S. pneumoniae ATCC 49619 dan K. pneumoniae ATCC 13883 menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Ceftriaxone digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C, kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa terpenoid dalam minyak atsiri bunga tanjung. Analisis daya hambat antibakteri menunjukkan terbentuknya zona hambat terhadap kedua bakteri uji dengan kategori sedang hingga kuat. Analisis statistik menunjukkan seluruh konsentrasi berbeda signifikan dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Konsentrasi 20–30% dinyatakan paling efektif karena tidak menunjukkan perbedaan signifikan satu sama lain terhadap kedua bakteri uji.
Copyrights © 2026