Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna pada ekosistem mangrove dengan tingkat kerapatan berbeda di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pengambilan data dilakukan melalui survei lapangan dengan pendekatan observasi langsung dan analisis indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan variasi komposisi fauna pada tiga kategori kerapatan mangrove. Pada kerapatan rendah ditemukan 341 individu dari 65 spesies dengan nilai Shannon-Wiener (H’) 3,99, Simpson (D) 0,97, dan Evenness (E) 0,96 yang menunjukkan keanekaragaman sangat tinggi dan distribusi merata. Pada kerapatan sedang tercatat 182 individu dari 32 spesies dengan H’ 2,50, D 0,82, dan E 0,72 yang menandakan keanekaragaman sedang dengan dominasi relatif pada Macaca fascicularis. Sementara itu, kerapatan tinggi mencatat 108 individu dari 39 spesies dengan H’ 3,27, D 0,94, dan E 0,89, menunjukkan komunitas beragam dan seimbang meskipun jumlah individu lebih sedikit. Hasil ini menegaskan bahwa setiap tingkat kerapatan mangrove memiliki peran ekologis berbeda: kerapatan rendah mendukung fauna generalis dan burung air, kerapatan sedang optimal bagi primata arboreal, sedangkan kerapatan tinggi berfungsi sebagai refugia bagi spesies kunci seperti Nasalis larvatus dan Trachypithecus cristatus. Novelty penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif antar kerapatan vegetasi mangrove di Kurau yang mengungkapkan pentingnya mosaik habitat dalam menjaga keanekaragaman fauna. Temuan ini berimplikasi pada strategi konservasi berbasis lanskap dan pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.
Copyrights © 2026