JURNAL HUTAN TROPIS
Vol 14, No 2 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 2 Edisi Juni 2026

KEANEKARAGAMAN FAUNA DI HUTAN MANGROVE KECAMATAN KURAU, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN

Abdi Fithria (Fakultas Kehutanan ULM)
Syam’ani Syam’ani (Fakultas Kehutanan ULM)
Arfa Agustina Rezekiah (Fakultas Kehutanan ULM)
Rosidah Radam (Fakultas Kehutanan ULM)
Rina Kanti (Fakultas Kehutanan ULM)
Yasinta Nur Shiba (Fakultas Kehutanan ULM)
Muhammad Margi Ratmanto (Fakultas Kehutanan ULM)
Muhammad Ispi Ahrija (Fakultas Kehutanan ULM)
Yohanes Kristianto (Fakultas Kehutanan ULM)
Cahyo Wasito (Fakultas Kehutanan ULM)
Siti Faridah Nur Amalia (Fakultas Kehutanan ULM)
Varadilla Putri Saskia (Fakultas Kehutanan ULM)
Muhammad Rifani (Fakultas Kehutanan ULM)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna pada ekosistem mangrove dengan tingkat kerapatan berbeda di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pengambilan data dilakukan melalui survei lapangan dengan pendekatan observasi langsung dan analisis indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan variasi komposisi fauna pada tiga kategori kerapatan mangrove. Pada kerapatan rendah ditemukan 341 individu dari 65 spesies dengan nilai Shannon-Wiener (H’) 3,99, Simpson (D) 0,97, dan Evenness (E) 0,96 yang menunjukkan keanekaragaman sangat tinggi dan distribusi merata. Pada kerapatan sedang tercatat 182 individu dari 32 spesies dengan H’ 2,50, D 0,82, dan E 0,72 yang menandakan keanekaragaman sedang dengan dominasi relatif pada Macaca fascicularis. Sementara itu, kerapatan tinggi mencatat 108 individu dari 39 spesies dengan H’ 3,27, D 0,94, dan E 0,89, menunjukkan komunitas beragam dan seimbang meskipun jumlah individu lebih sedikit. Hasil ini menegaskan bahwa setiap tingkat kerapatan mangrove memiliki peran ekologis berbeda: kerapatan rendah mendukung fauna generalis dan burung air, kerapatan sedang optimal bagi primata arboreal, sedangkan kerapatan tinggi berfungsi sebagai refugia bagi spesies kunci seperti Nasalis larvatus dan Trachypithecus cristatus. Novelty penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif antar kerapatan vegetasi mangrove di Kurau yang mengungkapkan pentingnya mosaik habitat dalam menjaga keanekaragaman fauna. Temuan ini berimplikasi pada strategi konservasi berbasis lanskap dan pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jht

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah ...