Penelitian ini mengkaji Kemuhammadiyahan melalui tiga dimensi utama: historis, ideologis, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis model Miles, Huberman & Saldaña (2014), data bersumber dari dokumen resmi PP Muhammadiyah, jurnal terakreditasi Sinta, dan literatur akademis terbitan 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912 sebagai gerakan reformis-modernis atas respons terhadap kemunduran umat Islam di era kolonial Belanda; (2) ideologi gerakannya berpijak pada tauhid, amar ma'ruf nahi munkar, tajdid, dan konsep Islam Berkemajuan berwawasan wasathiyah yang bersifat adaptif dan kontekstual; serta (3) kontribusinya terhadap bangsa terbukti secara empiris melalui jaringan amal usaha yang mencakup 170+ perguruan tinggi, 6.000+ sekolah, dan 400+ rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kemuhammadiyahan merupakan warisan ideologis yang relevan dan strategis sebagai fondasi gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.
Copyrights © 2026