Limbah kulit buah merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah melalui fermentasi menjadi eco enzyme, yaitu produk ramah lingkungan yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit buah jeruk, apel, pir, nanas, mangga, serta kombinasinya dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memfermentasi masing-masing limbah kulit buah dan campurannya selama 90 hari menggunakan perbandingan kulit buah, molase, dan air sebesar 3:1:10. Karakteristik eco enzyme dianalisis melalui uji organoleptik dan pH, sedangkan aktivitas antibakteri diuji secara in vitro menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco enzyme memiliki karakteristik warna coklat muda hingga coklat tua, aroma khas asam fermentasi, dan pH bersifat asam. Seluruh perlakuan menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan variasi zona hambat yang dihasilkan. Aktivitas tertinggi diperoleh pada sampel Mix Padatan konsentrasi 75% dengan zona hambat sebesar 13,78 mm, diikuti kombinasi kulit jeruk, nanas, dan mangga sebesar 12,53 mm. Sampel tunggal menghasilkan zona hambat berkisar 7,63–8,23 mm, sedangkan kontrol positif menunjukkan zona hambat 10,65 mm. Eco enzyme limbah kulit buah mampu menghambat pertumbuhan Pseudumonas aeruginosa.
Copyrights © 2026