Sanitasi total berbasis masyarakat disingkat STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku, higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan salah satu program pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke 6 adalah stop buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji gambaran penerapan atau implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Puskesmas Gedong Tataan berdasarkan teori dari Grindle yang mana merupakan model top down sebab implementasi program STBM bergerak secara linear dari keputusan politik, pelaksana, dan kinerja kebijakan publik. Penelitian menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode ini melakukan pengkajian dokumen dan pendalaman informasi dengan wawancara secara mendalam untuk memahami penerapan atau implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Puskesmas Puskesmas Gedong Tataan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama (Stop BABS) Desa yang telah melaksanakan kegiatan pemicuan STBM : 100%, Desa dengan status ODF (Open Defecation Free) : 45%, Pengetahuan STBM Pilar 1 : 40%, faktor pendukung dan penghambat penerapan STBM pilar pertama : Dukungan petugas puskesmas :100%, Dukungan tokoh masyarakat :100%, Keterbatasan ekonomi : 50%. Dari data yang diperolah menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi yang menjadi hambatan terbesar dalam mewujudkan BABS/ ODF (Open Defecation Free).Kata kunci : STBM, Grindle, fenomenologi, pilar, sanitasi, implementasi
Copyrights © 2026