p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dunia Kesmas
Tati Baina Gultom
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penerapan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Kejadian Diare di UPTD Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025 Tati Baina Gultom; Anugrah Crystofal; Karbito Karbito; Agus Sutopo
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.25968

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah melalui penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan lima pilar STBM dengan kejadian diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 74 responden yang terdiri atas 37 kelompok kasus dan 37 kelompok kontrol, yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan pilar stop buang air besar sembarangan (p = 0,039; OR = 3,523), cuci tangan pakai sabun (p = 0,027; OR = 4,469), dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (p = 0,039; OR = 3,523) dengan kejadian diare. Sementara itu, pilar pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga serta pengelolaan sampah rumah tangga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan STBM, khususnya pada pilar stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga, berperan penting dalam upaya pencegahan kejadian diare di masyarakat.
Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm) Pilar Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun 2025 Indah Elyanti; Tati Baina Gultom; Sepriana Urianti
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.25078

Abstract

Sanitasi   total   berbasis   masyarakat   disingkat   STBM   adalah   pendekatan untuk mengubah perilaku, higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan salah satu program pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke 6 adalah stop buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji gambaran penerapan atau implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Puskesmas Gedong Tataan  berdasarkan teori dari Grindle yang mana merupakan model top down sebab implementasi program STBM bergerak secara   linear   dari  keputusan  politik,   pelaksana, dan kinerja kebijakan publik. Penelitian menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode   ini   melakukan   pengkajian   dokumen   dan   pendalaman   informasi   dengan wawancara secara mendalam untuk memahami penerapan atau implementasi program sanitasi  total  berbasis  masyarakat  (STBM)  Pilar  Pertama  di  Puskesmas  Puskesmas Gedong Tataan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama (Stop BABS) Desa yang telah melaksanakan kegiatan pemicuan STBM : 100%, Desa dengan status ODF (Open Defecation Free) : 45%, Pengetahuan STBM Pilar 1 : 40%, faktor pendukung dan penghambat penerapan STBM pilar pertama : Dukungan petugas puskesmas :100%, Dukungan tokoh masyarakat :100%, Keterbatasan ekonomi : 50%. Dari data yang diperolah menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi yang menjadi hambatan terbesar dalam mewujudkan BABS/ ODF (Open Defecation Free).Kata kunci : STBM, Grindle, fenomenologi, pilar, sanitasi, implementasi