Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia sampai sekarang masih dibayangi oleh maraknya perilaku merokok pada usia remaja. Merujuk pada laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, terdapat sekitar 70 juta jiwa perokok aktif di Indonesia, di mana angka perokok dari kalangan pelajar berusia 13–15 tahun terus meningkat. Faktor pengetahuan dan bagaimana remaja diduga ikut kuat dalam membentuk kebiasaan ini, sehingga penting dibahas demi menyusun strategi edukasi kesehatan di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana hubungan antara pengetahuan serta sikap dengan kebiasaan merokok pada siswa di SMP Negeri 7 Kota Jambi. Menggunakan pendekatan cross-sectional , penelitian ini melibatkan siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 7 Kota Jambi dengan rincian total populasi 707 anak dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 97 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk kemudian dihitung menggunakan uji chi-square . Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi antara pemahaman seputar rokok dengan perilaku merokok siswa (p-value = 0,002). Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara sikap siswa terhadap rokok dengan tindakan merokok mereka (p-value = 0,021). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa memperluas wawasan siswa dan menanamkan cara pandang buruk terhadap rokok adalah langkah krusial dalam program promosi kesehatan guna membendung kebiasaan merokok pada remaja.
Copyrights © 2026