Edukasi melalui permainan tongue twister terbukti memberikan dampak yang bermakna terhadap peningkatan pemahaman orang tua mengenai cara melatih kemampuan artikulasi huruf "R" pada anak usia prasekolah. Penelitian eksperimental dengan rancangan quasi experiment dan pendekatan two group pretest–posttest design ini melibatkan 52 orang tua yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol melalui teknik simple random sampling. Sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi, seluruh partisipan mengisi kuesioner terstandar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok yang menerima edukasi tongue twister mengalami peningkatan skor pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (nilai p-value < 0,05 berdasarkan uji Mann–Whitney U Test). Temuan ini menegaskan bahwa metode tongue twister tidak hanya efektif sebagai sarana bermain yang menyenangkan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen edukatif yang kuat bagi orang tua dalam mendukung stimulasi bahasa anak, khususnya dalam mengatasi kesulitan pengucapan konsonan "R" yang sering menjadi hambatan komunikasi pada masa prasekolah. Dengan demikian, intervensi berbasis permainan ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi praktis dan mudah diterapkan di lingkungan rumah maupun lembaga pendidikan anak usia dini guna mengoptimalkan tumbuh kembang bahasa secara holistik
Copyrights © 2026