Resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis menjadi salah satu tantangan serius dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibiotik alami yang efektif dan aman. Jamur kuping (Auricularia auricula-judae) diketahui mengandung pigmen melanin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri melanin hasil isolasi dari ekstrak jamur kuping terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Isolasi melanin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) 1 M, dilanjutkan presipitasi menggunakan asam klorida (HCl) 2 M, serta proses pencucian dan pengeringan. Karakterisasi melanin dilakukan dengan spektroskopi FTIR. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi melanin 0,01 g/mL; 0,02 g/mL; dan 0,03 g/mL. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif dan dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya puncak serapan khas pada daerah 3309–3408 cm⁻¹ (gugus –OH dan –NH), 1635 cm⁻¹ (C=C aromatik), serta 1400 cm⁻¹ (C–N), yang menandakan struktur polimer aromatik khas melanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melanin jamur kuping memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Variasi konsentrasi melanin berpengaruh signifikan terhadap diameter zona hambat, dengan konsentrasi 0,02 g/mL memberikan aktivitas antibakteri paling optimal. S. aureus menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan E. coli, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, melanin jamur kuping berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami berspektrum luas.Kata kunci: melanin, Auricularia auricula-judae, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
Copyrights © 2026