Kemampuan anak usia dini menghafal surah pendek di POS PAUD Tulip masih rendah karena pembelajaran bersifat monoton, teacher-centered, dan kurang melibatkan media serta permainan yang menarik. Hal ini menyebabkan anak mudah bosan, sulit fokus, dan menghafal secara mekanis tanpa penghayatan. Fokus utama dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pendekatan Deep Learning (mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning) terhadap peningkatan kecakapan melafalkan surat pendek (Al-Lahab, Al-Ikhlas, Al-Falaq) pada anak usia 5–6 tahun. Metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B di POS PAUD Tulip, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Data diperoleh melalui unjuk kerja (pretest-posttest), observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata nilai pretest (28,41) meningkat menjadi 51,67 saat posttest. Uji Wilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh substansial. Seluruh 12 anak mengalami eskalasi nilai, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,68 (klasifikasi sedang menuju tinggi). Selain itu, terjadi peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif anak selama pembelajaran. Pendekatan Deep Learning terbukti efektif dan berpengaruh signifikan meningkatkan kompetensi mengingat surat pendek tahap usia dini.
Copyrights © 2026