Penelitian ini menganalisis peran tradisi massuro ade’ sebagai ruang enkulturasi bahasa dan nilai budaya lokal anak usia dini pada masyarakat adat Karampuang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pendekatan Kualitatif dengan desain etnografi digunakan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan kunci meliputi pemangku adat, sesepuh kampung, tokoh pemuda, dan pihak pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mekanisme pembelajaran bahasa berlangsung secara alami melalui kehadiran langsung, pengulangan tuturan, dan pemaknaan kontekstual. (2) Interaksi antargenerasi menciptakan ruang belajar yang dialogis dan partisipatif dalam mewariskan nilai, norma, dan identitas budaya lokal. (3) Faktor penghambat enkulturasi meliputi modernisasi, minimnya dukungan pemerintah, dan rendahnya minat generasi muda. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep enkulturasi sebagai proses pendidikan informal berbasis komunitas. Secara praktis, temuan ini menjadi landasan pengembangan model pembelajaran anak usia dini berbasis kearifan lokal untuk pelestarian bahasa daerah dan pembangunan karakter sejak dini.
Copyrights © 2026