Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengelolaan sanggar kegiatan belajar (SKB) pada era otonomi daerah Widodo Widodo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.979 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengelolaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di era otonomi daerah. Deskripsi mengenai pengelolaan program Pen-didikan Nonformal, pengelolaan Sumberdaya Manusia, dan pengelolaan keuangan. Harapan-nya mampu menciptakan (1) fasilitas yang memadahi dan mampu menjembatani daerah dengan pusat, (2) munculnya kreatifitas daerah dalam pembangunan, (3) stabilitas politik pusat dan daerah, (4) adanya jaminan kesinambungan usaha, dan (5) terbukanya komunikasi. Namun pada kenyataanya pengelolaan SKB menghadapi masalah mengenai jumlah pendanaan yang kurang memadahi, SDM kurang professional, dan program tidak berkembang. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dari berbagai masalah di beberapa SKB. Kemudian dianalisis dengan dialogis Milles Huberman meliputi; pengumpulan daya, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengelolaan SKB pada era otonomi daerah beragam, ada yang sudah berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah, namun kebanyakan SKB tidak berkembang bah-kan teracam dibubarkan atau merger. Pengelolaan kelembagaan SKB yang tidak berkembang dengan baik disebabkan oleh minimnya Sumberdaya Manusia professional, kurangnya dukungan pendanaan. Kesimpulannya bahwa pengelolaan SKB di era otonomi daerah memili-ki kecenderungan menurun atau semakin tidak professional. Otonomi daerah harus tetap memperhatikan SKB sebagai satuan penyelenggara program PNFI dengan dukungan penuh dari pemerintah baik dana maupun sumberdaya manusia yang professional.Kata Kunci: pengelolaan, Sanggar Kegiatan Belajar(SKB), era otonomi daerah Management of Learning Activities Gallery (LAG) in Outonomy Era AbstractThis study aimed to describe the management implementation of Learning Activities Gallery (LAG) in the autonomy era. Description of Non-formal Education program management, Human Resources management, and financial management. Its purpose is able to create (1) facilities and able to bridge regions to the center, (2) the emergence of creativity in the construc-tion area, (3) political stability and regional centers, (4) the assurance of business continuity, and (5) open communication. But in fact the management of LAG was facing problems regarding the amount of funding that was not sufficient, human resources was not professional, and the prog-ram did not develop. Research used qualitative case studies approach of various problems in some LAG. Then dialogic analyzed by Milles and Huberman included; data collection, data reduc-tion, data display and conclusions. The study found that LAG management in the autonomy era, there was already successful and the support of the local government, but most of the LAG was not growing even threatened dissolved or merged. LAG institutional management were not well developed caused by the lack of professional Human Resources, the lack of funding support. So from some of these problems were concluded that LAG management in the era of regional auto-nomy had a tendency to decrease or even unprofessional. Regional autonomy must consider LAG as a unit organizer non-formal and informal education programs with the full support of the government both funds and human resources professionals.Keywords: management, Learning Activities Gallery (LAG), autonomy era
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN KTSP PENDIDIKAN KEBENCANAAN DALAM TEMA PEMBELAJARAN DI SATUAN PAUD KABUPATEN NGANJUK Gunarti Dwi Lestari; Wiwin Yulianingsih; Widodo Widodo; Ali Yusuf; Monica Widyaswari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2588

Abstract

Pendidikan kebencanaan menjadi salah satu tema pembelajaran bagi anak usia dini dalam rangka mengenalkan berbagai macam bencana dan cara mengantisipasi bencana. Pada dasarnya pembelajaran pada anak usia dini bersifat student centered, maka diharapkan pendidik dapat mengoptimalkan potensi anak melalui  model pembelajaran berbasis alam dan lingkungan sekitar. Berdasarkan analisis situasi tersebut, diperlukan pendampingan penyusunan dokumen KTSP pendidikan kebencanaan pada satuan PAUD. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Metode yang dilaksanakan untuk kegiatan pengabdian adalah identifikasi, curah pendapat, FGD (Focus Group Disscusion), serta evaluasi dan refleksi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan pendampingan pendidikan kebencanaan bagi pendidik PAUD dapat dikatakan sangat efektif bagi sasaran. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan didasarkan pada beberapa komponen yakni: (a) target jumlah peserta pendampingan; (b) tujuan pendampingan; (c) target materi yang telah direncanakan; dan (d) kemampuan peserta pendampingan dalam penguasaan materi. Beberapa pendampingan yang diikuti oleh peserta, yaitu berupa integrasi RPP Pendidikan Kebencanaan ke dalam dokumen KTSP di tingkat satuan pendidikan seperti , rencana program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan ( RPPM ) serta rencana pelaksanaan pembelajaran harian ( RPPH ) yang disusun oleh pendidik. Tema yang ada diintegrasikan dengan materi pendidikan kebencanaan yang telah dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing satuan PAUD. Dalam implementasinya, pendidik diwajibkan untuk menyampaikan dan menyisipkan materi kesiapsiagaan terhadap bencana di dalam pembelajaran di pembelajaran.
Learning at Home Anak Usia Dini Terdampak Covid 19 : Peran Orang tua dalam Pendampingannya Gunarti Dwi Lestari; Maria Veronika Roesminingsih; Widodo Widodo; Dyah Permata Sari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.1229

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada aspek Pendidikan Anak Usia Dini sampai Perguruan Tinggi. Sehingga pembelajaran PAUD diselenggarakan di rumah dengan pendampingan orang tua. Kondisi semakin bermasalah karena tidak semua orang tua memiliki kompetensi mengajar layaknya guru. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan  peran orang tua dalam pendampingan belajar di rumah (learning at home) anak usia dini terdampak Pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik statisyik deskriptif, dan sampel penelitian sebanyak 1016 orang tua yang memiliki anak usia dini dalam pembelajaran learning at home. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling, serta analisis data dengan descriptive statics frequencies dan persentase. Uji validitas menggunakan korelasi product moment dan Uji reliabilitas menggunakan Alfa Cronbach. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran di rumah bagi anak usia dini meliputi;  peran pengasuhan dan pendidik,  Peran pembimbing orang tua kepada  anak pada kegiatan learning at home dengan penuh kesabaran sebesar, Peran motivator saat learning at home dengan menyiapkan lingkungan yang nyaman dan dengan kata-kata positif.
KONSERVASI KELINCI SEBAGAI WAHANA EDUKASI DAN REKREASI LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS UNESA wiwin yulianingsih; rivo nugroho; widodo widodo; widya nusantara
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021): Volume 1, Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Program Studi S1, S2, S3 Mananajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2104.96 KB)

Abstract

Pengembangan konservasi kelinci sebagai wahana edukasi dan rekreasi lingkungan bagi masyarakat bertujuan untuk pemanfaatan lahan, mengingat sebagian lahan di wilayah Lidah Wetan kampus Unesa belum dimanfaatkan dan sangat potensial apabila dikembangkan sebagai fasilitas belajar untuk publik. Selain itu untuk memberikan edukasi dan rekreasi bagi masyarakat sekitar kampus Unesa Lidah Wetan. Sasaran program adalah masyarakat sekitar kampus Unesa selaku pengunjung. Metode yang digunakan adalah berbasis pemecahan masalah melalui pengembangan konservasi dengan tahap identifikasi dan survei, kemitraan dan identifikasi data, serta pemeliharaan. Selanjutnya dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat berupa penyuluhan tentang pengembangan taman kelinci untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem satwa kelinci di hutan kampus Unesa, serta metode belajar dan bermain yang dilakukan dengan kegiatan mewarnai bagi pengunjung anak usia dini. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengunjung memberikan respon sangat positif terkait keberadaan taman kelinci. Hal ini didukung oleh rata-rata hasil angket berupa skor 4 (sangat baik) pada setiap item seperti aksesibilitas, kebermanfaatan konservasi, keindahan alam kawasan konservasi, keamanan kawasan konservasi, sistem tata ruang, dukungan fasilitas, kenyamanan kawasan konservasi, dan sebagainya. Selain itu, pengunjung juga sangat antusias untuk berkunjung kembali ke taman kelinci dengan durasi lebih sering. Di samping memberikan harapan untuk keberadaan dan keberlanjutan kawasan konservasi tersebut.
KESIAPAN WARGA BELAJAR PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) HIDAYAH KOTA PROBOLINGGO PADA LITERASI DIGITAL Rivo Nugroho; Sjafiatul Mardliyah; Widodo Widodo; Ali Yusuf
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021): Volume 1, Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Program Studi S1, S2, S3 Mananajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.299 KB)

Abstract

Tujuan dari pengabdian yang dilakukan adalah untuk menyetarakan dan memberikan pemahaman mengenai literasi digital kepada warga belajar di PKBM Hidayah. PKBM Hidayah merupakan salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat yang cukup eksis di Kota Probolinggo sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada pembelajaran kesetaraan dan pembelajaran sepanjang hayat. Metode yang digunakan adalah melakukan seminar sebagai ceramah dan praktik sebagai implementasi dari pembelajaran yang dilakukan. Pelaksanaan pengabdian mulai dari proses identifikasi yang dilaksanakan selama 8 bulan mulai pada bulan mei, pelaksanaan pelatihan dilaksanakan di bulan oktober. Program pengabdian ini sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat di bidang pendidikan dan teknologi untuk pembelajaran sepanjang hayat. Pengabdian ini bertujuan agar warga belajar di PKBM Hidayah tidak kesulitan dalam mejalankan kegiatan yang bersifat elektronik dalam jaringan (daring). Hasil pengerjaan kuis yang di lakukan oleh warga belajar ada 45 butir yang yang harus di kerjakan, dari 45 butir soal tersebut tingkat akurasi dari butir soal yang di kerjakan berkisar di angka 82%, dari angka tersebut tidak terlalu mengecewakan untuk kategori pemula yang pesertanya memang berasal dari berbagai latar pekerjaan dan sebagai peserta didik dari pendidikan kesetaraan. Kata Kunci: Literasi Digital, Pendidikan Kesetaraan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PEMBELAJARAN VIRTUAL LEARNING DENGAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI UPT SKB CERME KAB. GRESIK gita andini; widodo widodo
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.078 KB)

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang berbasis teknologi digunakan untuk meningkatkan semangat maupun motivasi belajar warga belajar, dengan adanya suatu perkembangan terhadap model pembelajaran yang lebih inovatif akan menarik minat warga belajar untuk melakukan proses pembelajaran dengan maksimal. Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang dapat membantu memecahkan masalah yang ada di dunia pendidikan, adanya pandemi covid-19 membuat pemerintah menerapkan program pembelajaran jarak jauh dengan begitu lembaga dan warga belajar dapat tetap menjalankan tugas belajarnya dengan memanfaatkan teknologi salah satunya dengan menerapkan pembelajaran virtual learning. Adanya penelitian ini yaitu dengan tujuan mengetahui hubungan antara penerapan pembelajaran virtual learning dengan motivasi belajar warga belajar kesetaraan paket C di UPT SKB Cerme Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif, teknik pengambilan data menggunakan angket dengan responden sebanyak 30 warga belajar kesetaraan paket C. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan ada hubungan antara penerapan pembelajaran virtual learning dengan motivasi belajar warga belajar paket C di UPT SKB Cerme Gresik. Bersumber pada nilai r hitung sebesar 0,679 lebih besar dari nilai r tabel 0,361, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran virtual learning dengan motivasi belajar mempunyai hubungan atau korelasi yang berkategori kuat.
Peran Tutor dalam Pembelajaran Virtual pada Pendidikan Kesetaraan Paket C di SKB Cerme Gresik Widodo Widodo; Heru Siswanto; Gunarti Dwi Lestari
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.3.2207-2222.2022

Abstract

Pembelajaran Virtual tidak asing bagi pendidikan nonformal, terutama diperkotaan. Ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk tetap mengikuti pembelajaran meskipun jauh dari tempat belajar. Tutor sebagai pendidik memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pembelajaran virtual pada pendidikan kesetaraan Paket C. Fokus penelitian yaitu peran tutor dalam pembelajaran virtual Pendidikan kesetaraan paket C SKB Cerme, Gresik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpuan. Hasil penelitian tentang peran tutor dalam pembelajaran virtual; 1) sebagai pembimbing dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi peserta didik dalam melalui virtual, 2) sebagai motivator untuk menumbuhkan kesadaran diri dan berkembang sesuai potensi, menciptakan iklim kondusif untuk belajar yang menyenangkan (enjoyfull learning), 3) sebagai fasilitator dengan menciptakan suasana kondusif, membuat prosedur pembelajaran, menyediakan sarana prasarana, dan sumber belajar, dan 4) sebagai pengelola pembelajaran partisipatif yaitu mempersiapkan rencana dan perangkat pembelajaran melibatkan peserta didik pada pembelajaran virtual, dan mengevaluasi pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan pentingnya peran tutor dalam pembelajaran virtual pada Pendidikan Kesetaraan Paket C sebagai membimbing, motivator, fasilitator, dan mengelola pembelajaran agar dapat mencapai tujuan dengan baik.
Implementasi Komunikasi Positif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Gunarti Dwi Lestari; Widodo Widodo; Ali Yusuf; Monica Widyaswari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4896

Abstract

Komunikasi menjadi bagian dari edukasi, termasuk pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Efektivitas pembelajaran PAUD salah satunya dipengaruhi oleh komunikasi yang terjadi pada saat proses. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis temuan penelitian tentang meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui komunikasi positif dalam proses pembelajaran PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan kepada guru-guru PAUD melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan angket. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalimat yang tepat memiliki pengaruh yang baik pada motivasi belajar anak. Ragam sifat kalimat positif yang mampu menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini, yakni: kalimat ajakan, kalimat ajakan disertai penghargaan, kalimat ajakan disertai penegasan, kalimat pembimbingan, kalimat analitik, kalimat kompetitif, dan kalimat perintah. Semua kalimat positif tersebut dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar.
The Importance of Strength Typology (ST) 30 in Compilation of Personal Curriculum for Homeschooling Partners Lukman Hakim; Maria Veronika Roesminingsih; Widodo Widodo
Edukasi Vol 17, No 1 (2023): Teacher education and professional development
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v17i1.44686

Abstract

Another online-based assessment that teachers can useto map their talents is Strength Typology-30 (ST-30). ST-30 is a device that can map a person's potential based on theactivities he does. The purpose of this research is to analyze the benefits of the Strength Typology (ST) 30 in thepreparation of the personal curriculum of Homeschooling PKBM FIB Malang partners, because the reare still many homeschoolers experiencing difficultiesin compiling their personal curriculum, so bymaking observations in advanceit is hoped that the families of homeschoolers will be morehelpful. This research was conducted using qualitative research methods to answer research problems in order to describe phenomena in the field. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation techniques, which were then analyzed using Miles and Huberman's data analysis techniques, namelydata collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that there are benefits or conveniences if before compiling a personal curriculum for homeschooling in which there are plans for face-to-face activities, tutorials and self-study for all core subjects, choicesas well as skills and empowerment, a Strength Typology (ST) 30.
KONSEP ANDRAGOGI DALAM PEMBELAJARAN KURSUS DAN PELATIHAN JARAK JAUH: STUDI LITERATUR Khansa R. Rahim; widodo widodo
J+PLUS UNESA Vol. 10 No. 1 (2021): J+PLUS, Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pandemi Covid-19, banyak kursus dan pelatihan yang diikuti orang dewasasecara online. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan prinsipandragogi dalam program pelatihan online terutama yang dilaksanakan selamamasa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature danwawancara semi-terstruktur menggunakan kerangka teoritis teori andragogiMalcom Knowles dan lima desain penerapan andragogi Conti. Dari hasil penelitiandidapatkan bahwa teori andragogy beranggapan bahwa pembelajaran danpendidikan orang dewasa berpusat terhadap diri peserta didik. Dalam artikel inidituliskan bagaimana pendekatan andragogi dapat digunakan dalam pembelajarandaring diikuti oleh orang dewasa. Pembelajaran dilakukan menggunakan cirikhusus orang dewasa sebagai peserta didik dalam progran kursus dan pelatihan.Dalam penerapan teori andragogy, fasilitator diharuskan untuk melibatkan pesertadidik dalam proses identifikasi, perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.Terlibatnya orang dewasa dalam banyak aspek program dilakukan untukmenghormati memiliki citra diri dan kondisi yang harus dipertimbangkan fasilitatoruntuk mencapai tujuan program pendidikan dan pembelajaran orang dewasa.