Keterampilan kolaborasi anak-anak di Kelompok B RA Al-Faizin Proppo masih tergolong rendah, menurut hasil observasi awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gaya pembelajaran Team Games Tournament (TGT), yang menggunakan media Counting Cup, dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bermain kooperatif. Pendekatan Classroom Action Research (CAR) digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan ini merupakan proses dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Di kelompok B, 22 anak berusia 5 hingga 6 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan metode kuantitatif mengandalkan observasi dan dokumentasi sebagai metodologi pengumpulan data utama. Pada setiap siklus, data menunjukkan bahwa kemampuan anak-anak untuk bekerja sama meningkat. Nol persen anak-anak pada tahap pra-aksi telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Siklus I menunjukkan peningkatan 32% pada persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB setelah model TGT, dengan bantuan media Counting Cup, diimplementasikan. Selain itu, indikator keberhasilan ditetapkan pada 80%, dan terdapat peningkatan yang signifikan menjadi 91% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan kolaborasi anak usia dini dapat ditingkatkan melalui aktivitas pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menghibur ketika model Team Games Tournament (TGT) digunakan bersamaan dengan media Counting Cup.
Copyrights © 2026