Pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan merupakan strategi penguatan kapasitas spiritual dan sosial melalui optimalisasi peran institusi keagamaan, salah satunya Kantor Urusan Agama Ngrambe. Permasalahan mitra berupa tingginya angka buta aksara Al-Qur’an pada ibu-ibu majelis taklim, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dan kepercayaan diri dalam aktivitas keagamaan. Untuk mengatasi hal tersebut, diimplementasikan program GEBRAKAN sebagai model pemberdayaan partisipatif melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode Tarsanah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan penelitian aksi partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan tahsin dan tartil secara bertahap, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengenalan huruf hijaiyah, kelancaran menyambung huruf, ketepatan pelafalan, serta kepercayaan diri peserta dalam membaca secara mandiri. Secara sosial, program ini juga memperkuat interaksi dan budaya belajar kolektif di lingkungan majelis taklim. Dengan demikian, implementasi metode Tarsanah dalam program GEBRAKAN efektif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026