Konflik institusional sering dijelaskan melalui kategori struktural seperti kegagalan tata kelola, ketidakseimbangan kekuasaan, atau disfungsi organisasi. Pendekatan-pendekatan ini memang membantu menjelaskan kondisi sistemik yang memungkinkan konflik muncul, namun sering mengabaikan pertanyaan filosofis yang lebih mendasar: siapa sebenarnya agen moral dalam konflik institusional? Artikel ini berargumen bahwa penjelasan struktural tidak memadai tanpa dasar filosofis mengenai hakikat tindakan manusia. Dengan memanfaatkan dialog antara metafisika tindakan Thomistik dan personalisme Karol Wojtyła, artikel ini mengusulkan interpretasi alternatif terhadap konflik institusional sebagai momen penentuan diri moral (self-determination). Dalam tradisi Thomistik, tindakan moral (actus humanus) berakar pada kesatuan antara pengetahuan intelektual dan kehendak bebas, sehingga tanggung jawab moral terletak pada pribadi manusia, bukan pada struktur kolektif. Wojtyła memperdalam perspektif ini dengan menunjukkan bahwa tindakan manusia memiliki dimensi refleksif di mana individu tidak hanya bertindak di dunia, tetapi juga membentuk identitas moralnya melalui tindakan tersebut. Berdasarkan kerangka ini, artikel ini menunjukkan bahwa konflik institusional tidak dapat dipahami semata-mata sebagai gangguan organisasi, tetapi sebagai peristiwa moral di mana individu menghadapi ketegangan antara loyalitas institusional dan kesetiaan terhadap kebenaran. Dengan mengintegrasikan metafisika Thomistik dan personalisme Wojtyła, penelitian ini menawarkan interpretasi personalistik tentang konflik institusional yang menegaskan peran tak tergantikan dari agensi moral pribadi dalam kehidupan komunitas. Artikel ini menyimpulkan bahwa bahkan dalam struktur institusional yang paling kompleks sekalipun, tanggung jawab moral pada akhirnya kembali kepada pribadi manusia sebagai subjek tindakan bebas yang berorientasi pada kebenaran. Kata kunci: konflik institusional; agensi moral; personalisme; Karol Wojtyła; metafisika tindakan Thomistik; tanggung jawab moral; kebaikan bersama
Copyrights © 2025