Artikel ini membahas fenomena belanja sebagai hobi yang berkembang di masyarakat modern dan bagaimana hal ini berkaitan dengan materialisme. Dengan pendekatan dekonstruksi, penelitian ini menganalisis pengaruh nilai penguasaan diri dalam konteks ajaran Kristen, khususnya dalam Galatia 5:22-23, yang menekankan pentingnya buah Roh, termasuk penguasaan diri. Melalui kajian literatur dan analisis teks, artikel ini mengidentifikasi bagaimana belanja yang berlebihan dapat menciptakan ketergantungan dan mengaburkan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini juga menawarkan perspektif alternatif, di mana penguasaan diri dapat menjadi alat untuk menyeimbangkan kebutuhan material dan spiritual, sehingga individu dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Kristen dalam penguasaan diri dapat membantu individu dalam mengatasi godaan materialisme dan mengarahkan fokus pada aspek-aspek yang lebih penting dalam hidup. Kata kunci: ajaran Kristen; Galatia 5:22:23; materialisme; penguasaan diri
Copyrights © 2026