Implementasi platform digital dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan evaluasi hasil belajar yang efisien, praktis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Melalui metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji penggunaan berbagai instrumen digital seperti PMM, Quizizz, Google Classroom, Kahoot, dan platform sejenis lainnya. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa perangkat-perangkat ini secara signifikan mempercepat beban kerja guru dalam menyusun soal, mengolah nilai, serta mengelola basis data asesmen, sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, kendala struktural seperti ketimpangan akses internet, keterbatasan gawai, dan variasi literasi digital guru masih menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur dan pelatihan teknis bagi pendidik menjadi krusial. Secara empiris, pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru berada pada kategori sangat tinggi (66,7%) dan tinggi (31%). Selaras dengan hal tersebut, dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Fisika juga mayoritas berada pada kategori sangat tinggi (77,4%) dan tinggi (22,6%). Dapat disimpulkan bahwa optimalisasi platform digital berkorelasi positif terhadap efisiensi evaluasi dan mutu pembelajaran Fisika dalam ekosistem Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026