ABSTRAK Berkah Simple Network memanfaatkan internet satelit Starlink untuk menyediakan layanan di wilayah yang belum terjangkau infrastruktur konvensional. Namun, distribusi bandwidth saat ini masih menggunakan satu ID pelanggan untuk beberapa perangkat sekaligus dalam satu rumah, sehingga konsumsi internet tidak merata dan tidak terkontrol. Penelitian ini menerapkan metode Simple Queue menggunakan MikroTik RouterOS untuk mengoptimalkan alokasi bandwidth Starlink sebesar 100 Mbps secara merata sebesar 4 Mbps per user/ID (1 ID 1 Perangkat). Perancangan sistem mengikuti kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Pengujian bandwidth dilakukan menggunakan Ookla Speedtest. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kombinasi autentikasi Hotspot dan konfigurasi Simple Queue berhasil memastikan distribusi bandwidth yang adil, meningkatkan kestabilan koneksi, serta mencegah monopoli penggunaan jaringan oleh pengguna tertentu saat jam sibuk.
Copyrights © 2026