Sumatera Utara merupakan salah satu pusat produksi minyak sawit Indonesia, tetapi statistik resmi tingkat provinsi belum memetakan volume residu proses secara terintegrasi. Kesenjangan tersebut membatasi perencanaan ekonomi sirkular dan energi terbarukan berbasis limbah. Penelitian ini mengestimasi volume Tandan Buah Segar (TBS), tandan kosong, serat, cangkang, dan Palm Oil Mill Effluent (POME), serta menilai jalur pemanfaatan POME, used cooking oil (UCO), dan spent bleaching earth (SBE). Studi deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder tahun 2024, telaah literatur, dan pemodelan skenario. Produksi CPO sebesar 5,12 juta ton dikonversi menjadi TBS dengan Oil Extraction Rate 20–22%; volume residu dihitung memakai rentang rasio neraca massa, sedangkan UCO dihitung sebagai proksi demografis. TBS yang diolah diperkirakan 23,27–25,60 juta ton/tahun. Potensi residu terdiri atas TKKS 5,12–5,89 juta ton, serat 3,03–3,46 juta ton, cangkang 1,28–1,54 juta ton, dan POME 15,13–17,92 juta m³/tahun. Proksi UCO menghasilkan sekitar 0,165 juta kiloliter/tahun. POME paling rasional diolah dekat PKS menjadi biogas, sedangkan UCO dan minyak pulihan SBE lebih sesuai dikonsolidasikan dalam hub pengolahan terintegrasi. Sumatera Utara memiliki basis sumber daya yang besar untuk ekonomi sirkular, tetapi angka ini bersifat estimasi perencanaan dan belum layak menjadi dasar investasi tanpa inventarisasi pabrik, pemetaan spasial, uji kualitas bahan baku, analisis biaya logistik, dan life-cycle assessment.
Copyrights © 2026