Penerapan pembelajaran mendalam di SMP Negeri Kecamatan Tapung terkendala oleh kepemimpinan kepala sekolah yang kurang inovatif, terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi, dan lingkungan belajar yang belum kondusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap efektivitas pembelajaran mendalam secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan dengan sampel 164 guru yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda, uji-t, uji-F, serta koefisien determinasi. Hasil menunjukkan ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, dengan nilai t masing-masing 4,812; 3,964; dan 4,527 (t-tabel 1,975). Secara simultan, F-hitung 52,184 melampaui F-tabel 2,66 (sig. 0,000), dengan R² sebesar 0,501. Peningkatan efektivitas pembelajaran mendalam memerlukan penguatan simultan pada kepemimpinan transformasional, pelatihan teknologi guru, dan penataan lingkungan belajar sebagai dasar kebijakan pengembangan sekolah yang terintegrasi.
Copyrights © 2026