Latar Belakang: Post-stroke cognitive impairment (PSCI) merupakan komplikasi kronik yang memengaruhi 20–80% penyintas stroke dan menjadi beban kesehatan global yang signifikan. Kerusakan oksidatif, neuroinflammasi, eksitotoksisitas, dan apoptosis neuronal adalah mekanisme patofisiologis utama PSCI. Namun, pilihan farmakologis konvensional masih sangat terbatas. Tujuan: Mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai mekanisme neuroprotektif dari lima tanaman obat Ayurveda, di antaranya Bacopa monnieri, Withania somnifera, Centella asiatica, Curcuma longa, dan Convolvulus pluricaulis, serta relevansinya dalam pencegahan PSCI. Metode: Penelusuran literatur sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, dan Cochrane Library (2004–2024) dengan strategi pencarian PICO. Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 87 studi memenuhi kriteria inklusi. Kualitas dinilai dengan Modified Jadad Scale, SYRCLE Risk of Bias Tool, dan CASP Checklist. Hasil: Dari 87 studi (12 RCT, 49 hewan, 26 in vitro), kelima tanaman menunjukkan aktivitas neuroprotektif konsisten melalui: modulasi Nrf2/HO-1, inhibisi NF-κB, peningkatan BDNF/NGF, penghambatan apoptosis Bcl-2/Bax/Kaspase-3, dan perbaikan transmisi kolinergik. Bacopa monnieri dan Withania somnifera mencapai Level B (Kemungkinan Efektif) berdasarkan klasifikasi AAN. Simpulan: Tanaman obat Ayurveda memiliki potensi sebagai agen neuroprotektif multitarget yang relevan dengan patofisiologi PSCI. Diperlukan RCT berskala besar pada populasi pasca-stroke untuk mengonfirmasi efektivitas klinis dan keamanan jangka panjang.
Copyrights © 2026