Luh Putu Lina Kamelia
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAPORAN KASUS: BAKTERIAL MENINGITIS I Gusti Ngurah Kurnia Ary Wiartika; Luh Putu Lina Kamelia
Ganesha Medicina Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v2i2.47386

Abstract

Meningitis adalah suatu penyakit yang memiliki karakteristik berupa peradangan dari lapisan meningen. Meningitis bisa disebabkan karena bakteri, virus, jamur, ataupun aseptik. Penyebab dari meningitis aseptik dapat berupa neoplasma, penyakit peradangan sistemik, dan pengaruh obat. Biasanya pasien dengan meningitis akan memberikan gejala berupa trias meningitis yaitu demam, sakit kepala, dan penurunan kesadaran dan diikuti dengan pemeriksaan fisik ditemukannya kaku kuduk, tanda kernig, ataupun tanda brudzinski. Pemeriksaan baku emas untuk mendiagnosis meningitis adalah dengan mengevaluasi CSS pasien. Dilaporkan kasus pasien laki-laki berusia 39 tahun dengan keluhan kesadaran menurun sejak 27 jam sebelum Masuk Rumah Sakit (MRS) disertai sakit kepala hebat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+). Hasil laboratorium menunjukan peningkatan sel darah putih (WBC) dan neutrofil; pada hasil CT scan didapatkan tanda edema serebri; sedangkan pada cairan serebrospinal didapatkan warna keruh, jumlah sel leukosit 38509 sel/μL, tes none (+), tes pandy (+), protein 1,82 g/dL, glukosa 22 g/dL, dan Cryptococous Neoformans (-). Pasien ditegakan diagnosis meningitis bakterial dengan diberikan terapi berupa seftriakson 2g (2 kali), deksametason 10mg (4 kali), mekobalamin 500mcg (2 kali), pirasetam 1g (3 kali), dan diazepam 10mg bila kejang.
Potensi Tanaman Obat Ayurveda sebagai Agen Neuroprotektif dalam Pencegahan Post-Stroke Cognitive Impairment: Sebuah Systematic Narrative Review Made Dian Prima Dewi; Luh Putu Lina Kamelia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60017

Abstract

Latar Belakang: Post-stroke cognitive impairment (PSCI) merupakan komplikasi kronik yang memengaruhi 20–80% penyintas stroke dan menjadi beban kesehatan global yang signifikan. Kerusakan oksidatif, neuroinflammasi, eksitotoksisitas, dan apoptosis neuronal adalah mekanisme patofisiologis utama PSCI. Namun, pilihan farmakologis konvensional masih sangat terbatas. Tujuan: Mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai mekanisme neuroprotektif dari lima tanaman obat Ayurveda, di antaranya Bacopa monnieri, Withania somnifera, Centella asiatica, Curcuma longa, dan Convolvulus pluricaulis, serta relevansinya dalam pencegahan PSCI. Metode: Penelusuran literatur sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, dan Cochrane Library (2004–2024) dengan strategi pencarian PICO. Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 87 studi memenuhi kriteria inklusi. Kualitas dinilai dengan Modified Jadad Scale, SYRCLE Risk of Bias Tool, dan CASP Checklist. Hasil: Dari 87 studi (12 RCT, 49 hewan, 26 in vitro), kelima tanaman menunjukkan aktivitas neuroprotektif konsisten melalui: modulasi Nrf2/HO-1, inhibisi NF-κB, peningkatan BDNF/NGF, penghambatan apoptosis Bcl-2/Bax/Kaspase-3, dan perbaikan transmisi kolinergik. Bacopa monnieri dan Withania somnifera mencapai Level B (Kemungkinan Efektif) berdasarkan klasifikasi AAN. Simpulan: Tanaman obat Ayurveda memiliki potensi sebagai agen neuroprotektif multitarget yang relevan dengan patofisiologi PSCI. Diperlukan RCT berskala besar pada populasi pasca-stroke untuk mengonfirmasi efektivitas klinis dan keamanan jangka panjang.