Konsumsi makanan berisiko pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe. Faktor lingkungan geografis, khususnya jarak sekolah ke pusat kota, diduga berperan penting dalam membentuk pola konsumsi pangan remaja. Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis peran jarak sekolah ke pusat kota terhadap konsumsi makanan berisiko pada remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan coss-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan mengunjungi sekolah mudah diakses. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 321 remaja yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (52%), lokasi sekolah ke pusat kota ≥ 6,1 km (50,8%) serta termasuk pada kategori rendah untuk konsumsi makanan berisiko (34,9%). Uji chi square antara jarak sekolah ke pusat kota dengan konsumsi makanan berisiko menunjukkan p-value ≤ 0,001. Jarak sekolah ke pusat kota merupakan faktor determinan konsumsi makanan berisiko pada remaja di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Copyrights © 2026