Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keahlian adaptif guru matematika Madrasah Ibtidaiyah dalam merespons pemikiran matematis siswa pada pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru matematika dari lima Madrasah Ibtidaiyah di Kota Langsa yang melibatkan 9 guru senior, 11 guru pemula, dan sekitar 80 siswa. Data dikumpulkan melalui rekaman video pembelajaran, stimulated recall interview, dan transkrip interaksi kelas. Analisis data dilakukan melalui pengkodean dan interpretasi terhadap respons guru yang muncul dalam video pembelajaran, dialog kelas, dan wawancara reflektif. Hasil pengkodean kemudian dipetakan ke dalam komponen adaptive expertise menggunakan rubrik analisis berskala 1–4, serta dianalisis secara kuantitatif deskriptif melalui perhitungan skor rata-rata (mean) pada setiap komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru senior cenderung lebih kuat pada aspek pemahaman mendalam terhadap pemikiran matematis siswa dan refleksi pedagogis, sedangkan beberapa guru pemula menunjukkan fleksibilitas yang cukup baik dalam menerima strategi informal siswa. Penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan pedagogis ketika guru menghadapi strategi alternatif dan pertanyaan konseptual siswa yang berada di luar prosedur rutin pembelajaran matematika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keahlian adaptif guru tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman mengajar, tetapi juga oleh kemampuan guru membaca kompleksitas situasi pembelajaran, mengelola ketidakpastian konseptual, dan merespons pemikiran matematis siswa secara reflektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan ketegangan pedagogis dan respons emosional guru dalam menghadapi konflik makna matematis pada pembelajaran matematika sekolah dasar.
Copyrights © 2026