Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Terhadap Minat dan Motivasi Belajar Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Banda Aceh) wahyuni wahyuni; Nuril Husna
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v7i2.434

Abstract

Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar Wahyuni Wahyuni; Nuril Husna
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh siswa untuk menyelesaikan masalah yang akan mereka hadapi dikehidupan nyata. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk melihat kemampuan penalaran matematis yang dimiliki oleh siswa di salah satu sekolah dasar yang ada di provinsi Aceh. Jenis metodologi dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan sampel penelitian diambil siswa kelas 3 yang berjumlah 29 orang siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan penalaran pada indikator menentukan pola, melakukan manipulasi matematis, namun belum mampu menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi. Ketidakmampuan siswa ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah kemampuan bahasa yang dimiliki siswa yang masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan.
ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN KELERENG DI PESISIR ACEH DAN HUBUNGANNYA DENGAN MATEMATIKA SEKOLAH Wahyuni Wahyuni
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 5, No 2: (2021):Maret 2021
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v5i2.1743

Abstract

Setiap permainan memiliki peraturan dan gaya permainannya sendiri, demikian pula pada permainan tradisonal kelereng. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etnomatemtika pada permainan kelereng serta hubungannya dengan matematika sekolah. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak pesisir Aceh bagian Timur. Teknik Pengambilan sampel adalah sampling incidental dengan jumlah sampel 5 orang anak yang berusia 7-9 tahun. Dalam permainan kelereng terdapat etnomatematika berupa konsep peluang dalam menentukan urutan pemainan, strategi dalam berpikir logis ketika menetukan jarak, kecepatan dan gaya gesek ketika melentingkan kelereng, konsep aljabar seperti perjumlahan, pengurangan dan perkalian, konsep geometri misalnya lingkaran, bola dan persegi. Etnomatematik memiliki hubungan dengan matematika sekolah meskipun terdapat kekuatan dan kelemahan tersendiri. Misalkan ketika matematika sekolah dipandang kaku dan terlalu formal. Dilain tempat anak membutuhkan matematika sekolah untuk mengekpresikan bahasanya ke dalam bentuk tulisan yang dapat dimengerti oleh orang lain. Serta etnomatematik dapat dijadikan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mengkontruksikan pemahaman matematik anak.
PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PENALARAN MATEMATIKA Wahyuni Wahyuni; M Zaiyar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 5 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v5i2.3302

Abstract

Penalaran bukalah sesuatu yang dapat tumbuh dan berkebang sendiri tanpa adanya sebab. Guru memegang peran penting Merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi bermakna dan dapat meningkatkan kemampuan penalaran merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan oleh guru. Makalah ini ingin mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap kemampuan penalaran matematika yang ingin dikembangkan oleh pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian survey, dengan pendekan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 orang guru sekolah dasar yang ada di Kota Langsa. Teknik pengumpulan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan presepsi guru sekolah dasar terhadap penalaran matematika siswa dikategorikan dalam tiga kategori yaitu penalaran dianggap sebagai sebuah kemampuan dalam berpikir, penalaran dianggap sebagai kemampuan dalam berkomunikasi, penalaran dianggap sebagai penggunaan argument secara logis untuk memvalidasi dugaan.
Pengaruh Keterampilan Bahasa Guru terhadap Penalaran Siswa Wahyuni Wahyuni
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 6 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v6i2.4970

Abstract

Understanding the vocabulary that is part of the body of language contributes significantly to overall understanding in many areas of content, such as mathematical reasoning. Teachers are expected to be able to pay attention to the way children communicate their reasoning in order to respond appropriately to improve children's reasoning and communication in their mathematical thinking. This study explores specifically the effects on teachers' language skills in demonstration lessons while teaching mathematics in the classroom and the learning objectives of improving students' reasoning ability. The study involved teachers from three different schools in Langsa City. The large number of teachers does not seem to pay special attention in the course of demonstrations of the broader pattern of justification-based discourse being formed. Only with the introduction and understanding of these specific difficulties can teachers then begin to address the instructional needs of their students from a language perspective. Designing and delivering vocabulary instructions effectively is a necessary action. Failure to design, convey, and understand children's language will have an effect on the growth of their mathematical alignment. In an effort to improve the overall mathematical performance of students, teachers need to recognize the importance of language to children's mathematical reasoning.
Pengembangan Literasi Anak Pasca-Banjir Melalui Metode Storytelling: Studi Pendampingan di Sekolah Darurat Siti Habsari Pratiwi; Veryawan Veryawan; Wahyuni Wahyuni; Fitrah Nabila Azzahra
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.669

Abstract

Banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya aktivitas pendidikan anak. Kondisi sekolah yang terdampak banjir menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan optimal sehingga anak mengalami penurunan motivasi belajar dan keterbatasan akses literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi anak pasca-banjir melalui metode storytelling pada sekolah darurat. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 45 anak usia sekolah dasar di lokasi pengungsian dan sekolah darurat terdampak banjir. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan anak, penyusunan media cerita berbasis edukatif dan psikososial, pelaksanaan storytelling interaktif, pendampingan membaca dan menulis sederhana, serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode storytelling mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan menyimak, keberanian berbicara, serta partisipasi anak dalam aktivitas literasi. Selain itu, kegiatan storytelling membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung pemulihan psikologis anak pascabencana. Pendampingan sekolah darurat melalui storytelling menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak pada situasi darurat bencana banjir.
Beyond Numbers: Realistic Mathematics Education in Mathematics in Action to Enhance Students' Problem-Solving Skills Mazlan Mazlan; Wahyuni Wahyuni; Rosmiati Rosmiati
At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol. 12 No. 1 (2025): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : the Faculty of Education and Teacher Training of the Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/tarbawi.v12i1.11076

Abstract

This research aims to improve the mathematical problem-solving abilities of class XII Langsa State High School students through the application of the Principles of Realistic Mathematics (PMR). The research method used is Classroom Action Research (PTK) with three cycles. The research subjects were 28 students. Data was obtained through problem-solving ability tests, observation of teacher activities, and student activities in learning. The research results show that the application of PMR is effective in improving students' problem-solving abilities. In cycle I, the students' average score reached 65.43 with classical completeness of 53.57%. This value increased to 72.86 in cycle II with classical completeness of 75.00%, and in cycle III it increased again to 80.23 with classical completeness of 89.28%. Apart from that, teacher activity in learning with PMR also increased from cycle to cycle, with the average value of teachers' ability to manage learning increasing from 3.00 in cycle I, to 3.25 in cycle II, and 3.45 in cycle III. Student learning activities also show an increase. In cycle I, the percentage of student activity was 62.50% (sufficient category), increased to 70.83% in cycle II (good category), and reached 78.57% in cycle III (active category). Students are more active in understanding contextual problems, discussing to find solutions, and summarising learning results. With these results, it can be concluded that the PMR approach can improve students' mathematical problem solving, student learning activities, and the effectiveness of teacher learning management. Therefore, PMR is recommended as a learning strategy that can be applied in mathematics learning at the high school level.
KEAHLIAN ADAPTIF GURU MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MERESPONS PEMIKIRAN MATEMATIS SISWA DI KELAS KONTEKSTUAL Wahyuni Wahyuni; Mazlan Mazlan; Dian Armanto; Haratuddin Haratuddin
JURMADIKTA Vol. 6 No. 2 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i2.3737

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keahlian adaptif guru matematika Madrasah Ibtidaiyah dalam merespons pemikiran matematis siswa pada pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru matematika dari lima Madrasah Ibtidaiyah di Kota Langsa yang melibatkan 9 guru senior, 11 guru pemula, dan sekitar 80 siswa. Data dikumpulkan melalui rekaman video pembelajaran, stimulated recall interview, dan transkrip interaksi kelas. Analisis data dilakukan melalui pengkodean dan interpretasi terhadap respons guru yang muncul dalam video pembelajaran, dialog kelas, dan wawancara reflektif. Hasil pengkodean kemudian dipetakan ke dalam komponen adaptive expertise menggunakan rubrik analisis berskala 1–4, serta dianalisis secara kuantitatif deskriptif melalui perhitungan skor rata-rata (mean) pada setiap komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru senior cenderung lebih kuat pada aspek pemahaman mendalam terhadap pemikiran matematis siswa dan refleksi pedagogis, sedangkan beberapa guru pemula menunjukkan fleksibilitas yang cukup baik dalam menerima strategi informal siswa. Penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan pedagogis ketika guru menghadapi strategi alternatif dan pertanyaan konseptual siswa yang berada di luar prosedur rutin pembelajaran matematika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keahlian adaptif guru tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman mengajar, tetapi juga oleh kemampuan guru membaca kompleksitas situasi pembelajaran, mengelola ketidakpastian konseptual, dan merespons pemikiran matematis siswa secara reflektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan ketegangan pedagogis dan respons emosional guru dalam menghadapi konflik makna matematis pada pembelajaran matematika sekolah dasar.