Proses diagnosis penyakit paru-paru di RSUD Aulia Pandeglang masih dilakukan secara manual oleh tenaga medis. Kondisi ini menjadi permasalahan serius karena keterbatasan jumlah dokter spesialis paru-paru yang kurang dari tiga orang, sementara jumlah pasien yang datang setiap hari relatif tinggi. Akibatnya, proses diagnosis memerlukan waktu yang lama, berisiko terjadi ketidakakuratan, serta berpotensi menunda penanganan medis bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pakar berbasis web yang dapat membantu diagnosis awal penyakit paru-paru, meliputi tuberkulosis, pneumonia, kanker paru-paru, asma, dan bronkitis, berdasarkan gejala yang dialami pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode forward chaining, yaitu dengan mencocokkan fakta awal berupa gejala pasien terhadap aturan-aturan yang bersumber dari pengetahuan pakar. Sistem yang dikembangkan menghasilkan output berupa diagnosis awal beserta rekomendasi penanganan yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar yang dibangun mampu mempercepat proses diagnosis awal dan meningkatkan tingkat akurasi dalam pengambilan keputusan medis. Tindak lanjut dari penelitian ini diharapkan sistem dapat diimplementasikan sebagai alat bantu tenaga medis, khususnya di wilayah dengan keterbatasan dokter spesialis paru-paru, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.
Copyrights © 2026