Kemampuan visual thinking berperan penting dalam membantu siswa memahami konsep matematika, khususnya pada materi geometri seperti garis dan sudut. Namun, dalam praktik pembelajaran, pemanfaatan konteks budaya dalam pengembangan instrumen pembelajaran matematika masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai visual thinking serta kemampuan menyusun soal berbasis konteks budaya melalui workshop. Kegiatan ini melibatkan 39 peserta dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu orientasi kegiatan, eksplorasi konsep visual thinking, integrasi konteks Tari Kejei dalam pembelajaran matematika, praktik penyusunan instrumen, serta evaluasi kegiatan. Data diperoleh melalui angket pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 45%–60% sebelum workshop menjadi 84%–92% setelah workshop. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop berbasis konteks budaya dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai visual thinking serta kemampuan menyusun soal matematika yang kontekstual.
Copyrights © 2026