Museum sebagai institusi preservasi budaya dan sejarah memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran sejarah yang autentik dan kontekstual di luar ruang kelas. Dalam konteks pendidikan tinggi, pendampingan mahasiswa baru melalui eksplorasi museum dirancang untuk memperkuat literasi sejarah, meningkatkan keterampilan analitis terhadap artefak, serta mengintegrasikan pengalaman langsung dalam memahami proses sejarah lokal dan nasional. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu minggu di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, Kota Lubuklinggau, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap koleksi sejarah otentik dan memfasilitasi pengembangan artikel ilmiah PKM sebagai luaran akademik. Pendekatan kegiatan menggunakan metode pembelajaran berbasis lapangan (field-based learning), observasi, wawancara dengan kurator museum, dan diskusi terstruktur antar kelompok mahasiswa. Museum dipandang sebagai sumber belajar yang menyediakan koleksi artefak, dokumen sejarah, dan naratif budaya yang memperkaya pengetahuan faktual sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep sejarah lokal dan nasional pada mahasiswa baru setelah pendampingan di museum, dilihat dari perbandingan pre-test dan post-test serta laporan reflektif mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategis kunjungan museum dalam kurikulum pembelajaran sejarah untuk meningkatkan keterkaitan teori akademik dan sumber sejarah otentik serta memperkuat budaya penelitian mahasiswa sejak awal masa studi.
Copyrights © 2026