Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Aksara Ulu Sumatera Selatan Bagi Komunitas Pusat Studi Sejarah dan Budaya Silampari Yadri Irwansyah
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v2i1.311

Abstract

The Ulu script is a form of native South Sumatran cultural heritage that lives among the Uluan (inland) people of South Sumatra. As a form of original regional writing tradition, it is important to preserve the Ulu script among the younger generation so that this cultural heritage is not lost. However, due to the lack of knowledge and understanding of the younger generation, the Ulu script seems to be foreign. Therefore, this training is important apart from aiming to provide understanding and also to preserve cultural heritage. The method in this training is through introduction, understanding letters, punctuation and direct training practice. As a result of this training, participants can understand the basic letters of the Ulu script and practice writing directly either through conventional media or through digitalized MS Word.
Arus Balik Kekuasaan Sriwijaya: Relasi Ekonomi-Politik dan Agama Jalur Perdagangan Daerah Uluan Yadri Irwansyah
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 6 No 1 (2024): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v6i1.2636

Abstract

ABSTRACT This research is a paper about the Backflow of Srivijaya Power: Economic-Political and Religious Relations of the Uluan Trade Route. The purpose of this research is to find out what Sriwijaya's archaeological remains are in the Uluan region and why Sriwijaya also focused on trade and religious propagation missions in the Uluan region, especially Lubuklinggau, Musi Rawas and Muratara. Efforts to answer the problems and analysis in this paper are pursued with historical methods through processes and procedures starting from heuristics, then criticizing sources and verifying relevant sources. Then after going through the process of analyzing and interpreting historical facts, the last stage is historiography. From this research, the author found that there was an economic-political and religious relationship when Sriwijaya tried to instill its hegemony and influence in the Uluan area. Sriwijaya started the mission of spreading religion as an instrument to secure its political-economic interests in the Uluan region, related to the supply of trade commodities and spices needed by Sriwijaya at that time. The conclusion of this paper is that the efforts made by Srivijaya in instilling its hegemony and influence in the Uluan area were a countercurrent to Srivijaya's power itself, which was originally the ruler of the international trade route and then had an interest in fully controlling the Uluan area which was rich in spices and Srivijaya's leading commodity at that time. As for the recommendations of this paper, in the future researchers, activists and historical writers can also focus their research and writing on the glory and influence of the Srivijaya Kingdom in the Uluan area which is still very minimal, so that the balance of information and narratives about Sriwijaya can be studied proportionally.
Pendampingan Komunitas Sarisejaya Dalam Konservasi Situs Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Batu Urip Kota Lubuklinggau Sarkowi Sarkowi; Yadri Irwansyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3241

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan keaktifan Komunitas SARISEJAYA melalui konservasi situs sejarah Batu Urip. Kegiatan ini ditujukan kepada komunitas SARISEJAYA Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah pendampingan dengan pendekatan Organizational Domains of Community melalui kegiatan dikusi sarasehan sejarah dan konservasi lapangan. Diskusi saresehan sejarah dalam rangka memberikan pemaparan teoritis pengetahuan tentang aktivasi komunitas dan pengetahuan tentang situs sejarah Batu Urip. Pendampingan selanjutnya dilakukan secara langsung di lapangan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diberikan melalui dikusi saresehan sejarah dengan melakukan konservasi terhadap situs-situs sejarah Batu Urip. Hasilnya adalah Komunitas SARISEJAYA mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan orientasi komunitas ini yakni melalui konservasi situs-situs sejarah Batu Urip yang terdiri sektor 1, sektor, sektor 3, sektor 4 dan sektor 5. Dalam kegiatan konservasi yang dilaksanakan tim PkM dan mitra berhasil melakukan pengelompokan situs berdasarkan lokasi masing-masing, memverifikasi nama-nama setiap situs dan melakukan pemasangan papan nama situs
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Sejarah melalui Pendampingan Lapangan Berbasis Wisata Edukasi di Sumatra Barat Sarkowi Sarkowi; Yeni Amsara; Agus Susilo; Andriana Sofiarini; Yadri Irwansyah; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3497

Abstract

Mahasiswa calon guru sejarah perlu memiliki kompetensi pedagogis dan wawasan kontekstual yang kuat agar mampu mengembangkan pembelajaran sejarah yang bermakna dan relevan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi pada situs-situs sejarah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui keterlibatan langsung dalam praktik lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi persiapan materi pembelajaran sejarah lokal, pelaksanaan kunjungan edukatif ke situs sejarah, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks sejarah lokal, merancang pembelajaran kontekstual, dan mengembangkan media ajar berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah. Praktik lapangan berbasis wisata edukasi terbukti efektif sebagai media penguatan kompetensi calon guru sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengembangan pendidikan sejarah.
Pendampingan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Sejarah Melalui Eksplorasi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau Sarkowi Sarkowi; Yadri Irwansyah; Agus Susilo; Salsa Nabila; Deca Wawa
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4211

Abstract

Museum sebagai institusi preservasi budaya dan sejarah memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran sejarah yang autentik dan kontekstual di luar ruang kelas. Dalam konteks pendidikan tinggi, pendampingan mahasiswa baru melalui eksplorasi museum dirancang untuk memperkuat literasi sejarah, meningkatkan keterampilan analitis terhadap artefak, serta mengintegrasikan pengalaman langsung dalam memahami proses sejarah lokal dan nasional. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu minggu di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, Kota Lubuklinggau, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap koleksi sejarah otentik dan memfasilitasi pengembangan artikel ilmiah PKM sebagai luaran akademik. Pendekatan kegiatan menggunakan metode pembelajaran berbasis lapangan (field-based learning), observasi, wawancara dengan kurator museum, dan diskusi terstruktur antar kelompok mahasiswa. Museum dipandang sebagai sumber belajar yang menyediakan koleksi artefak, dokumen sejarah, dan naratif budaya yang memperkaya pengetahuan faktual sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep sejarah lokal dan nasional pada mahasiswa baru setelah pendampingan di museum, dilihat dari perbandingan pre-test dan post-test serta laporan reflektif mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategis kunjungan museum dalam kurikulum pembelajaran sejarah untuk meningkatkan keterkaitan teori akademik dan sumber sejarah otentik serta memperkuat budaya penelitian mahasiswa sejak awal masa studi.