Pemanfaatan pelet ikan afkir sebagai media budidaya maggot (Hermetia illucens) berpotensi mendukung penyediaan bahan pakan alternatif dalam akuakultur berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi urea pada pelet ikan afkir terfermentasi terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan kandungan protein maggot. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu suplementasi urea sebanyak 0, 2, 4, 6, dan 8% per kg pelet ikan afkir terfermentasi. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, produksi biomassa, kandungan protein media, kandungan protein maggot, serta kualitas lingkungan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa urea menghasilkan pertumbuhan dan produksi biomassa tertinggi, yaitu pertumbuhan bobot mutlak 0,241 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,650 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,0035%, dan produksi biomassa 510 g. Peningkatan dosis urea cenderung menurunkan performa pertumbuhan dan produksi biomassa. Namun, kandungan protein media dan maggot tertinggi diperoleh pada perlakuan urea 8%, masing-masing sebesar 32,10% dan 49,77%. Suhu, kelembapan, dan pH selama penelitian berada pada kisaran 32,2–34,8°C, 70–93%, dan 4,5–6,5. Hasil ini menunjukkan bahwa suplementasi urea dosis tinggi kurang efektif untuk meningkatkan produksi biomassa, tetapi dapat meningkatkan kandungan protein maggot.
Copyrights © 2026