cover
Contact Name
Khairul Hadi
Contact Email
khairulhadi@agr.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jda@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Pekanbaru-Riau 28284, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Dinamika Akuakultur
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 31633307     DOI : https://doi.org/10.25299/jda
Core Subject :
Jurnal Dinamika Akuakultur merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang akuakultur. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkontribusi pada pengembangan dan kemajuan sektor budidaya perairan secara berkelanjutan. Ruang lingkup Jurnal Dinamika Akuakultur mencakup berbagai aspek akuakultur, antara lain teknik dan sistem budidaya ikan, udang, dan rumput laut, manajemen kualitas air dan lingkungan perairan, nutrisi dan teknologi pakan, kesehatan dan penyakit organisme akuatik, serta penerapan inovasi dan teknologi dalam kegiatan budidaya yang berwawasan lingkungan. Jurnal Dinamika Akuakultur menerapkan kebijakan akses terbuka (open access) untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan artikel ilmiah secara luas bagi masyarakat akademik dan praktisi. Melalui proses penelaahan sejawat (peer review) yang ketat, jurnal ini berkomitmen menjaga kualitas, integritas, dan orisinalitas setiap artikel yang diterbitkan. Dengan demikian, Jurnal Dinamika Akuakultur diharapkan menjadi sumber referensi ilmiah yang kredibel bagi peneliti, akademisi, dan praktisi, serta mendukung penguatan riset dan pengembangan akuakultur di tingkat nasional dan internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Kepadatan Sel Chlorella sp. yang Dikultur Menggunakan Intensitas Cahaya yang Berbeda Mauli Warman; Rosyadi; Khairul Hadi
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).24144

Abstract

Chlorella sp. memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia perikanan, terutama sebagai pakan alami pada usaha pembenihan ikan dan udang. Pencahayaan yang optimal sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas cahaya yang berbeda pada media kultur terhadap kepadatan sel Chlorella sp. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu pemberian intensitas cahaya (IC) sebesar  2.500 lux (IC-2.500), 3.000 lux (IC-3.000), 3.500 lux (IC-3.500), 4.000 lux (IC-4.000), dan 4.500 lux (IC-4.500). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. Perlakuan dengan intensitas cahaya 4.500 lux menghasilkan kepadatan sel tertinggi, yaitu 653,33 ± 6,01 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6, dengan laju pertumbuhan spesifik 0,220/hari dan biomassa sebesar 0,46 g/L. Sebaliknya, perlakuan dengan intensitas cahaya 2.500 lux menghasilkan kepadatan sel terendah, yaitu 533,33 ± 47,81 × 10⁴ sel/mL dengan laju pertumbuhan spesifik 0,217/hari dan biomassa 0,40 g/L. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya 4.500 lux merupakan intensitas terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. dalam kultur.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) untuk Pengobatan Infeksi Jamur Saprolegnia sp pada Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Mohd. Irham Alfarisi; T. Iskandar Johan; Andre Sofian
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).25829

Abstract

Infeksi jamur Saprolegnia sp. merupakan salah satu masalah utama dalam produksi benih ikan gurami, sementara penggunaan bahan kimia sintetis sebagai antifungal berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap organisme budidaya dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap penyembuhan infeksi Saprolegnia sp. serta menentukan konsentrasi optimum pada benih ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan konsentrasi ekstrak (0; 0,1; 0,2; 0,3; dan 0,4 g/L) dan tiga ulangan. Benih ikan gurami diinfeksi Saprolegnia sp. kemudian direndam dalam larutan ekstrak selama 6 jam dan diamati selama 10 hari. Parameter yang diamati meliputi waktu penyembuhan dan tingkat kelangsungan hidup, sedangkan kualitas air dipantau selama penelitian. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya berpengaruh nyata terhadap percepatan penyembuhan dan peningkatan kelangsungan hidup benih ikan gurami. Perlakuan dengan konsentrasi 0,4 g/L menghasilkan waktu penyembuhan tercepat dan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan ikan. Disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif sebagai antifungal alami untuk pengobatan infeksi Saprolegnia sp. pada benih ikan gurami, dengan konsentrasi optimum sebesar 0,4 g/L.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Maggot dengan Pakan Buatan Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Suci Noviarti; Muhammad Hasby
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).26127

Abstract

Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya ikan, sehingga diperlukan sumber pakan alternatif yang bernilai nutrisi tinggi dan ekonomis, salah satunya maggot (Hermetia illucens). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi maggot dengan pakan buatan terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P1 (100% pakan buatan), P2 (25% maggot + 75% pakan buatan), P3 (50% maggot + 50% pakan buatan), P4 (75% maggot + 25% pakan buatan), dan P5 (100% maggot). Pemeliharaan dilakukan selama 21 hari dengan pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot biomassa per hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan tingkat kelulushidupan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi maggot dan pakan buatan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung. Perlakuan P3 (50% maggot + 50% pakan buatan) menghasilkan pertumbuhan panjang dan berat tertinggi serta tingkat kelulushidupan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, kombinasi maggot dan pakan buatan pada rasio 50%:50% merupakan formulasi yang paling efektif untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung dalam sistem pemeliharaan yang diuji.
Efektivitas Pengayaan Curcuma longa dalam Pakan untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan dan Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Hemibagrus nemurus M Yudi Abdillah; Khairul Hadi; Rosyadi Rosyadi
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).26128

Abstract

Optimalisasi pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan baung (Hemibagrus nemurus). Pemanfaatan bahan alami sebagai aditif pakan, seperti kunyit (Curcuma longa), berpotensi meningkatkan performa pertumbuhan ikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung kunyit dalam pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan baung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dosis tepung kunyit dalam pakan, yaitu 0, 5, 10, 15, dan 20 g/kg pakan, masing-masing dengan tiga ulangan. Benih ikan baung dipelihara dalam wadah pemeliharaan selama periode penelitian dan diberi pakan sebanyak 5% dari bobot biomassa per hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan baung. Perlakuan dengan dosis 20 g/kg pakan menghasilkan pertumbuhan tertinggi, rasio konversi pakan terendah, dan efisiensi pakan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan ikan. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung kunyit dalam pakan, khususnya pada dosis 20 g/kg, efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan pemanfaatan pakan benih ikan baung.
Uji Peningkatan Lama Perendaman Cacing Sutera Menggunakan Larutan Tepung Kunyit Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Try Syaputra; T. Iskandar Johan; Muhammad Hasby; Hisra Melati
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).26129

Abstract

Optimalisasi kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) penting untuk meningkatkan keberhasilan pembenihan. Salah satu pendekatan yang berpotensi dilakukan adalah pengayaan pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) melalui perendaman menggunakan larutan tepung kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan lama perendaman dan tiga ulangan, yaitu P1 (30 menit), P2 (35 menit), P3 (40 menit), P4 (45 menit), dan P5 (50 menit). Benih ikan baung berumur 14 hari (berat awal rata-rata 0,09 g/ekor; panjang 0,7 cm/ekor) dipelihara selama masa penelitian dan diberi pakan cacing sutera yang telah direndam sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit berpengaruh sangat nyata terhadap kelulushidupan, pertumbuhan berat dan panjang, laju pertumbuhan harian, serta konversi pakan benih ikan baung. Perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman 40 menit (P3), dengan kelulushidupan 98,67%, pertumbuhan berat mutlak 0,44 g, pertumbuhan panjang mutlak 3,47 cm, laju pertumbuhan harian 2,08%, dan konversi pakan 3,73. Disimpulkan bahwa perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit selama 40 menit merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung.
Pengaruh Pemberian Pakan Bekicot (Achatina fulica) dengan Dosis Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Vicky Rahmad Rhomadhan; T. Iskandar Johan; Muhammad Hasby; Hisra Melati; Febry Ferdiyanto Purba
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26596

Abstract

Pemanfaatan sumber pakan hewani alternatif yang mudah diperoleh berpotensi mendukung efisiensi budidaya benih ikan gabus (Channa striata), salah satunya melalui penggunaan bekicot (Achatina fulica). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan bekicot pada dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gabus. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Balai Benih Ikan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%), dan P5 (25%) dari bobot ikan uji. Benih ikan gabus yang digunakan berumur 50 hari setelah kuning telur habis. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Hasil menunjukkan kelulushidupan tertinggi diperoleh pada P2 dan P3 (100%) dan terendah pada P5 (90%). Pertumbuhan terbaik secara umum dicapai pada P2, dengan pertumbuhan berat mutlak 1,59 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,61 cm, dan laju pertumbuhan harian 5,30%. Nilai konversi pakan terbaik diperoleh pada P1 (0,92). Selama pemeliharaan, kualitas air berada pada kisaran suhu 26–31°C, pH 5–6, oksigen terlarut 3,8–6,2 mg/L, dan amonia 0,07–5,48 mg/L. Disimpulkan bahwa pemberian pakan bekicot pada dosis 10–15% efektif menghasilkan kelulushidupan maksimum, sedangkan dosis 10% memberikan performa pertumbuhan terbaik pada kondisi penelitian.
Pengaruh Kombinasi Bahan Pakan Pellet dan Phytogenic Terhadap Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Benih Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Agus Karsono; Muchtar Ahmad
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26620

Abstract

Penurunan efisiensi pemanfaatan pakan pada fase pembenihan masih menjadi kendala utama dalam budidaya ikan tambakan (Helostoma temminckii), sehingga diperlukan formulasi pakan yang mampu meningkatkan pertumbuhan sekaligus menekan rasio konversi pakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pakan pelet komersial dengan bahan phytogenic terhadap kinerja pertumbuhan dan rasio konversi pakan benih ikan tambakan. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol pelet komersial (P0) serta pelet dengan penambahan 40% bahan phytogenic (kiambang, eceng gondok, daun lamtoro, atau daun kelor; P1–P4), dan pemeliharaan dilakukan dalam keramba berukuran 30 × 30 × 40 cm. Hasil menunjukkan perlakuan P4 (daun kelor) menghasilkan performa terbaik, ditandai oleh kelulushidupan tertinggi (95,83%), pertambahan berat mutlak 1,22 g, pertambahan panjang mutlak 2,13 cm, laju pertumbuhan harian 3,49%, serta rasio konversi pakan terendah 0,80. Temuan ini menegaskan bahwa suplementasi bahan phytogenic berupa daun kelor pada pakan pelet meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan memperbaiki pertumbuhan benih ikan tambakan, sehingga formulasi berbasis daun kelor layak direkomendasikan sebagai opsi pakan fungsional pada tahap pembenihan.
Pengaruh Konsentrasi Minyak Cengkeh (Eugenia aromatica) Terhadap Kelulushidupan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Transportasi Tertutup Ilham Kurniawan; Jarod Setiaji
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi minyak cengkeh (Eugenia aromatica) terhadap tingkat kelulushidupan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) selama transportasi tertutup. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu P0 (0%/L; tanpa minyak cengkeh), P1 (0,20%/L), P2 (0,25%/L), P3 (0,30%/L), dan P4 (0,35%/L). Parameter utama yang diamati adalah kelulushidupan benih, sedangkan parameter pendukung meliputi kualitas air (suhu, pH, dan oksigen terlarut/DO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak cengkeh memberikan pengaruh signifikan terhadap kelulushidupan benih ikan lele dumbo pada sistem transportasi tertutup. Konsentrasi terbaik ditemukan pada perlakuan P1 (0,20%/L) dengan kelulushidupan mencapai 97,33 ± 1,15%. Temuan ini mengindikasikan bahwa minyak cengkeh efektif sebagai bahan pembius untuk mengurangi stres pada ikan selama transportasi, dengan konsentrasi 0,20% menjadi yang paling optimal dalam mempertahankan kelulushidupan tinggi. Kesimpulannya, minyak cengkeh dapat direkomendasikan sebagai anestesi alami dalam transportasi tertutup benih ikan lele dumbo untuk meningkatkan kelulushidupan.
Pengaruh Jenis Pakan Alami terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Susi Kurnianti; Muchtar Ahmad
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26648

Abstract

Penurunan kelulushidupan dan pertumbuhan pada larva ikan tambakan (Helostoma temminckii) menjadi masalah utama dalam budidaya ikan ini, terutama pada fase awal pertumbuhannya yang memerlukan pakan alami berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jenis pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan tambakan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (100% Artemia), P2 (100% Daphnia), P3 (100% Moina), P4 (100% Tubifex), dan P5 (100% Jentik nyamuk). Larva ikan tambakan yang digunakan memiliki berat rata-rata 0,25 g dan panjang 0,30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (100% Artemia) menghasilkan kelulushidupan tertinggi sebesar 88,88%, dengan pertumbuhan berat tertinggi 1,47 g dan panjang 1,16 cm, serta laju pertumbuhan harian 17,46%. Sebaliknya, perlakuan P4 (100% Tubifex) menunjukkan kelulushidupan terendah (72,22%) dan pertumbuhan yang lebih lambat. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Artemia merupakan pakan alami yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan tambakan, sehingga disarankan sebagai pakan utama dalam pembesaran larva ikan tambakan.
Pengaruh Pemberian Madu dengan Dosis yang Berbeda terhadap Jantanisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Fuat Habibi; Iskandar Johan
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26653

Abstract

Penurunan jumlah ikan guppy jantan dalam budidaya menjadi tantangan utama, mengingat ikan guppy jantan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi. Penggunaan hormon sintetik dalam proses jantanisasi berisiko tinggi, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian madu dengan dosis yang berbeda terhadap jantanisasi ikan guppy (Poecilia reticulata) dan untuk menentukan dosis optimal dalam proses jantanisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari lima perlakuan dengan tiga ulangan: P0 (kontrol), P1 (5 ml/L), P2 (6 ml/L), P3 (7 ml/L), dan P4 (8 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (5 ml/L) menghasilkan persentase jantanisasi tertinggi, yaitu 100%, sementara perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan persentase jantanisasi terendah, yakni 35%. Di sisi lain, tingkat kelulushidupan larva terbaik tercatat pada perlakuan P0 (kontrol) sebesar 95%, dengan penurunan kelulushidupan pada perlakuan dengan dosis madu yang lebih tinggi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa dosis madu 5 ml/L merupakan dosis yang paling efektif untuk meningkatkan jantanisasi ikan guppy, tanpa memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kelulushidupan larva.

Page 1 of 2 | Total Record : 15