Stimulasi perkembangan motorik anak tidak hanya berlangsung melalui kegiatan yang dirancang secara khusus, tetapi juga dapat terintegrasi dalam aktivitas bermain dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stimulasi perkembangan motorik anak usia 3–5 tahun melalui aktivitas bermain dalam konteks keluarga dan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang melibatkan lima anak berusia 3–5 tahun sebagai partisipan utama serta orang tua dan guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui pengorganisasian data, identifikasi informasi yang relevan, pengelompokan berdasarkan kesamaan makna, dan penyusunan tema. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama. Pertama, aktivitas bermain dan eksplorasi gerak, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, dan mengendarai sepeda, menjadi ruang bagi stimulasi motorik kasar. Kedua, permainan konstruktif dan aktivitas keseharian, seperti menyusun balok, membuat garis dan lingkaran, mengancingkan pakaian, dan memakai kaos kaki, memberikan kesempatan bagi stimulasi motorik halus. Ketiga, orang tua dan guru berperan dalam menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, bergerak, mengeksplorasi lingkungan, dan melakukan aktivitas secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain dan pengalaman keseharian merupakan konteks penting bagi stimulasi perkembangan motorik anak usia dini.
Copyrights © 2026