cover
Contact Name
SAFIRUDDIN AL BAQI
Contact Email
kindergarten@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285646562647
Journal Mail Official
kindergarten@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ronowijayan , Kab. Ponorogo, Jawa Timur 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
KINDERGARTEN
Core Subject :
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Indonesia, sebagai media diseminasi hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal ini memuat artikel penelitian empiris dan teoretis yang membahas pembelajaran, perkembangan dan psikologi anak usia dini, pendidikan inklusif dan anak berkebutuhan khusus, pendidikan Islam anak usia dini, profesionalisme pendidik, serta peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan anak. Jurnal Kindergarten terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember, dan ditujukan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi yang berkomitmen pada pengembangan kualitas pendidikan anak usia dini dalam konteks lokal dan global.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Efektivitas Media Flash Card Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Alfabet Anak Usia 4 - 5 Tahun di Taman Kanak-Kanak PKK Bekiring Kecamatan Pulung Ponorogo Lutfita Rahmawati; Ratna Nila Puspitasari
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai macam media dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas serta memudahkan anak dalam memahami pembelajaran salah satunya yaitu media flash card. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 4 – 5 tahun (kelompok A) di Taman Kanak-Kanak PKK Bekiring Kecamatan Pulung Ponorogo dalam mengenal alfabet melalui media flash card. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kurt Lewin dengan tiga siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik kuantitaf dan kualitatif dengan indikator keberhasilan 75%. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa media flash card mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal alfabet dengan rincian pada siklus 1 40% anak dinyatakan lulus, siklus 2 65% anak dinyatakan lulus, dan siklus 3 85% anak dinyatakan lulus.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kreativitas Usia Dini Nuranisah anisah; Yuli Salis Hijriyani
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo peneliti menemukan permasalahan kreativitas, seperti anak yang masih belum mampu mengerjakan kegiatan yang diberikan oleh guru yang kegiatan tersebut untuk meningkatkan kreativitas anak. Sehingga diperlukannya peran guru agar adanya pencapaian indikator perkembangan terutama kreativitasanak usia dini. Artikel ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan profil kreativitas anak usia dini di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo, 2) Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik dan pengajar dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo, 3) Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pelatih dan model dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah : (1) Profil Kreativitas anak usia dini di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo secara umum kreativitas anak pada kelas B1 TK dalam kategori berkembang sesuai harapan, tetapi masih ada beberapa anak yang memerlukan stimulus . (2) Peran guru sebagai pendidik dan pengajar dalam meningkatkan kreativitas anak udia dini adalah merangsang imajinasi, membebaskan anak berkreasi, memberikan pujian pada anak, memberikan kegiatan melalui video pada masa pandemi; (3) Peran guru sebagai pelatih dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini adalah Guru memberi pelatihan, pengarahan, dan memotivasi anak dan Guru mempraktikkan kegiatan kepada anak. Sedangkan peran guru sebagai model adalah harus memberikan tauladan bagi siswa danmasyarakat seperti bertutur kata yang baik dan berperilaku yang sopan
Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini pada Pembelajaran Matematika di RA Muslimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo Maulidina Yuniatu Thoyibah; Tirta Dimas Wahyu Negara
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif adalah kemampuan yang dimiliki oleh anak untuk berfikir lebih kompleks serta kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini pada pembelajaran matematika maka perlu adanya peran seorang guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan pembelajaran matematika anak usia dini di RA Muslimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo, (2) kemampuan kognitif anak usia dini pada pembelajaran matematika di RA Musimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo, dan (3) peran guru dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini pada pembelajaran matematika di RA Muslimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo.Penelitian ini menggunakan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Penerapan pembelajaran matematika di RA Muslimat NU 071 Trisono di terapkan melalui model bermain sambil belajar. (2) Kemampuan kognitif anak kelompok B pada pembelajaran matematika di RA Muslimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo mayoritas pada kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Hal ini ditujukan dengan rata-rata anak mampu menyebutkan dan menulis urutan bilangan 1-10, membilang banyak gambar dan benda, operasi penjumlahan dan pengurangan 1-10. (3) Peran guru dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini pada pembelajaran matematika di RA Muslimat NU 071 Trisono Babadan Ponorogo terdiri dari tiga peran yaitu peran guru sebagai pengajar, sebagai pelatih dan sebagai pembimbing.
Relevansi Pendidikan Akhlak Dalam Film Nussa Terhadap Pengembangan Agama dan Moral Anak Usia Dini Tiara Permata Bening
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film animasi Nussa adalah film animasi produksi dalam negeri yang menayangkan tentang kisah islami disertai dengan tayangan pengembangan nilai agama moral untuk anak yang dikemas dengan bahasa yang ringan serta mudah dipahami. Tidak hanya itu cerita yang disampaikan dalam film animasi ini lucu, menghibur, berbobot, dan bentuk visualnya cukup menarik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pendidikan akhlak dalam film Nussa dan bagaimana relevansi pendidikan akhlak dalam film animasi Nussa terhadap pengembangan agama dan moral anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menyatakan Pendidikan akhlak dalam film animasi Nussa terdapat pada episode Baik itu Mudah, Jangan Sombong, Shalat itu Wajib, Toleransi, Ayo Berdzikir, dan Ambil Nggak Yaa. Metode pengembangan nilai agama dan moral oleh orang tua pada film animasi “Nussa” adalah metode cerita, peneladanan, dan pembiasaan. Metode cerita diterapkan dalam episode Jangan Sombong dan Ayo Berdzikir. Metode peneladanan diterapkan dalam episode Ingin seperti Umma, Ayo Berdzikir, dan Toleransi. Metode pembiasaan diterapkan dalam episode Shalat itu Wajib.
Implementasi Metode Wafa Dalam Meningkatkan Minat Belajar Al-Qur'an Anak Usia Dini di TKIT Robbani Cendekia Jenangan Ponorogo Tri Utami
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar merupakan keinginan kuat yang disadari atau disengaja yang melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif dalam menerjemahkan simbol tulisan (huruf) ke dalam bentuk kata- kata lisan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan penerapan metode Wafa dalam meningkatkan minat belajar Al-Qur’an anak usia dini di TKIT Robbani Cendekia Jenangan Ponorogo; 2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Wafa; dan 3) mendeskripsikan capaian perkembangan minat belajar Al-Qur’an anak usia dini setelah guru menerapkan metode Wafa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data menggunakan konsep dari Miles dan Hubberman dengan langkah-langkahnya yaitu reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) metode Wafa yang diterapkan di TKIT Robbani Cendekia sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan anak usia TK B mampu mencapai ketentuan pada kurikulum Wafa yaitu sudah menempuh buku tilawah Wafa jilid dua dari lima tingkatan jilid dan guru sudah menerapkan langkah-langkah pembelajaran 5P yang sesuai dengan kurikulum metode Wafa dengan langkah Kata kunci:Metode WafaMinat BelajarAnak Usia DiniTersedia secara online diKindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini IndonesiaBeranda jurnal : https://ejournal.iainponorogo.ac.id/index.php/kindergarten/indexArtikelKindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. XX No. XX, 2022, pp. XX - XXyakni, Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan Penutupan, 2) faktor pendukung penerapan metode Wafa yaitu, antusias dan semangat anak, sebagian besar guru sudah bersertifikasi metode Wafa, fasilitas belajar yang memadai, pembelajaran dengan bercerita, bermain, dan bernyanyi atau bernasydid, diselipkan mengahafal juz 30 dengan gerakan, dukungan dari orang tua, serta motivasi dan dorongan dari guru. Faktor penghambat metode Wafa yaitu anak kurang fokus ketika membaca buku tilawah, anak tidak mood ketika belajar, dan ada beberapa guru yang belum bersertifikasi Wafa, dan 3) minat belajar Al-Qur’an anak usia dini termasuk mulai berkembang ditandai dengan indikator, murid konsentrasi ketika belajar Al-Qur’an, murid bersungguhsungguh ketika belajar Al-Qur’an, dan murid mengikuti kegiatan belajar Al-Qur’an dari awal sampai akhir.
Strategi Mengembangkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Rifqi Humaida; Erni Munastiwi; Ariq Nurjannah Irbah; Nurul Fauziah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua, guru dan lingkungan disekitar anak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena mempunyai peranan penting dalam memberikan dorongan dan rangsangan untuk membantu menumbuhkan percaya diri pada anak. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang telah dilakukan di RA Muslimat NU 200 Al-Fitroh Mlarak, Mlarak, Ponorogo yang terjadi pada proses pembelajaran, tidak semua anak usia dini memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini, ciri-ciri anak yang memiliki rasa percaya diri, kemudian juga untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepercayaan diri pada anak. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah guru dan orang tua analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles and Huberman, kemudian dalam pengeceken keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang ditemukan ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh orang tua dan juga guru untuk mengembangkan rasa percaya diri pada anak usia dini, diantaranya menjadi pendengar yang baik, menunjukan sikap menghargai, jangan gampang melarang anak, jangan langsung “menyelamatkan” anak, memupuk minat dan bakat anak, mengajak anak untuk memecahkan masalah, memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan orang dewasa, mengajak anak untuk berkhayal mengenai masa depan.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Rifqi Humaida; Khamim Zarkasih Putro; Iin Anggryani; Ariq Nurjannah Irbah; Nurul Fauziah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 2 No. 01 (2023): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menjadi aktivitas terpogram dan terencana dalam mengarahkan peserta didik melalui kompetensi professional, kepribadian, sosial, dan pedagogik Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak normal pada umumnya sehingga anak berkebutuhan khusus melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan perencanaan yang matang untuk menghasilkan pemahaman, kemampuan dan keterampilan keagamaan pada anak berkebutuhan khusus sebagai fondasi bagi keimanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di taman kanak-kanak. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif menjadi metode pada penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian digolongkan pada data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pembelajaran pendidikan agama islam bagi anak usia dini dimulai dengan membuat perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, kemudian juga menyiapkan media pembelajaran sebagai pendukung.
Internasionalisasi Nilai Karakter Religius Melalui Sholat Dhuha Bagi Anak Usia Dini di TKIT 1 Qurrota A'yun Ponorogo Rifatus Sholikhah Zahroh
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter religius merupakan bentuk ketaatan seseorang terhadap Tuhannya untuk menjalankan perintahNya. Karakter religius dapat ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan keagamaan seperti sholat, dan mengaji. Untuk itu maka timbul masalah bagaimana pelaksanaan karakter religius dan keberhasilannya melalui sholat dhuha bagi anak usia dini. Tujuan dari pelaksanan karakter religius yaitu anak-anak mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari yang salah satunya melalui sholat dhuha. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu: (1) menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, (2) data dan sumber, (3) prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, (4) teknik analisis data yang digunakan yaitu dari Miles dan Huberman dengan tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data, (5) triangulasi data digunakan sebagai pengecekan keabsahan data melaui triangulasi sumber. Lokasi yang digunakan untuk melakukan penelitian yaitu di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo. Keberhasilan dari penelitian ini dapat dilihat dari: 1) pelaksanaan karakter religius dilihat dari bagaimana guru berhasil memberikan contoh yang baik kepada anak melalui pengajaran seperti bercerita, tanya jawab dan pemberian contoh secara langsung kepada anak-anak. 2) keberhasilan internalisasi nilai karakter religius melalui sholat dhuha diantaranya: pertama, nilai sikap jujur dibuktikan ketika anak berbicara sesuai keadaan yang dialaminya. Kedua, nilai beriman dan bertakwa terlihat pada sikap meyakini adanya ciptaan Tuhan. Ketiga, sabar dan ikhlas ditunjukkan dengan adanya sholat dhuha, sehingga menjadi suatu kebiasaan anak sehari-hari. Keempat, rasa syukur terlihat anak merasa senang dengan adanya kegiatan sholat dhuha di TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo.
Analisis Finger Painting Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Usia Dini Di KB Merak Ponorogo Ana Rifqi Wasilah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Pembelajaran sangat penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan perkembangan anak, Finger painting teknik atau cara melukis menggunakan jari dengan mencoret-coret menggunakan cat secara langsung di media lukis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kegiatan finger painting di KB Merak Ponorogo, (2) Mengetahui kegiatan finger painting sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan stimulasi perkembangan seni anak usia dini di KB Merak Ponorogo, (3) Mengetahui hasil capaian perkembangan seni melalui finger painting di KB Merak Ponorogo. Adapun data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan dokumen, sedangkan sumber datanya yaitu informan dari kepala sekolah, guru kelas dan guru pendamping. sumber data tertulis dalam bentuk dokumen dan buku. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara pengamatan dan dokumentasi. Adapun teknik Miles dan Hurbermn yakni meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa di KB : (1) Langkah-langkah finger painting sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan stimulasi perkembangan seni anak usia dini di KB Merak Ponorogo yaitu teknik yang digunakan membuat lukisan dengan jari dan cat dalam proses meningkatkan perkembangan seni anak, (2) Dua faktor yang mempengaruhi perkembangan seni anak di KB Merak Ponorogo yaitu faktor Internal dan Eksternal, Faktor internal yaitu genetik dan bawaan lahir anak dan Faktor eksternal yang paling menentukan dalam pembelajaran yang dapat mengembangkan seni anak adalah dengan media pembelajaran menggunakan finger painting, (3) Hasil capaian Berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak melalui kegiatan finger painting sebagai media pembelajaran terlihat dapat meningkatkan perkembangan seni anak di KB Merak Ponorogo.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BOLA KERANJANG BAGI ANAK USIA DINI DI TK PGRI PRAYUNGAN SAWOO PONOROGO Bunga Kurnia Juliandra Bunga Kurnia Juliandra
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru mempunyai peranan penting dalam pengembangan motorik anak. Peran guru diperlukan untuk mengembangkan motorik kasar anak agar anak memiliki keterampilan-keterampilan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun sosialnya kelak. Di TK PGRI menerapkan kegiatan bermain bola keranjang untuk membantu mengembangkan motorik kasar anak karena terdapat tugas gerak yang menyenangkan seperti berlari, berjalan, melompat, meloncat, dan juga melempar. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai Peran Guru Dalam Mengembangkan Motorik Kasar Melalui Permainan Bola Keranjang Bagi Anak Usia Dini Di TK PGRI Prayungan Sawoo Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui peran guru dalam mengembangkan motorik kasar melalui permainan bola keranjang bagi anak usia dini di TK PGRI Prayungan. (2) Mengetahui metode dalam mengembangkan motorik kasar melalui permainan bola keranjang bagi anak usia dini di TK PGRI Prayungan. (3) Mengetahui capaian perkembangan motorik kasar melalui permainan bola keranjang bagi anak usia dini di TK PGRI Prayungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data diambil dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Uji keabsahan data yang peneliti lakukan pada penelitian ini adalah menguji kredibilitas dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru sudah dilaksanakan dengan baik, peran guru dalam mengembangkan motorik kasar melalui permainan bola keranjang meliputi: Guru sebagai fasilitator, motivator, model perilaku, pengamat, pendamai, pendidik, pengasuh, evaluator, komunikator, dan administrator. (2) Metode dalam mengembangkan motorik kasar melalui permainan bola keranjang bagi anak di TK PGRI Prayungan menggunakan metode bermain, demonstrasi dan praktik langsung. (3) Hasil capaian perkembangan motorik kasar anak melalui permainan bola keranjang berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia 4-5 tahun (Kelompok A) bahwa anak dapat memiliki kemampuan berjalan, berlari, melompat, meloncat dan melempar dengan hasil berkembang sesuai harapan (BSH).