Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pembelajaran matematika di SMK KP Baleendah melalui pendekatan studi kasus kualitatif. Fokus penelitian diarahkan pada lima aspek utama, yaitu keterampilan mengajar guru, kejelasan tujuan dan standar pembelajaran, kesesuaian beban belajar, keterbukaan guru terhadap siswa, serta penerapan prinsip kebebasan belajar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pembelajaran matematika secara umum berada pada kategori baik, terutama dalam aspek kejelasan penyampaian materi, kesesuaian tujuan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka, serta interaksi yang terbuka antara guru dan siswa. Namun demikian, pembelajaran masih menghadapi beberapa keterbatasan, seperti dominasi pendekatan prosedural, keterbatasan penggunaan media berbasis teknologi, serta minimnya penerapan soal berbasis masalah nyata. Selain itu, praktik diferensiasi pembelajaran dan penerapan prinsip kebebasan belajar belum berjalan secara konsisten di semua tingkat kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan mutu pembelajaran matematika di pendidikan vokasi tidak hanya bergantung pada perencanaan kurikulum, tetapi juga pada kualitas implementasi pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan berpusat pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada integrasi konteks dunia kerja, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran matematika di SMK.
Copyrights © 2026