Penelitian ini mengkaji tindak tutur direktif dalam konflik rumah tangga yang terdapat dalam cerpen "Maria" karya Gede Aries Pidrawan dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik. Cerpen ini menampilkan dinamika relasi gender dan tekanan sosial budaya Bali yang melatarbelakangi berbagai bentuk konflik antartokoh. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur direktif yang muncul dalam tuturan antartokoh, (2) menganalisis strategi kesantunan yang digunakan penutur dalam situasi konflik, dan (3) mengungkap faktor sosial budaya yang memengaruhi penggunaan tindak tutur direktif dalam konteks rumah tangga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pencatatan dan analisis isi. Data berupa tuturan direktif dianalisis menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle serta kerangka sosiopragmatik Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam cerpen ini didominasi oleh bentuk perintah (commands), permintaan (requests), dan anjuran (advisives) yang digunakan terutama oleh tokoh ibu kepada anaknya. Faktor usia, status sosial, dan norma adat Bali terbukti memengaruhi pemilihan strategi tutur. Temuan ini memperkuat argumen bahwa konflik rumah tangga dalam sastra tidak sekadar peristiwa naratif, melainkan juga arena negosiasi kuasa yang tercermin dalam pola tuturan.
Copyrights © 2026