Karyawan sales di industri garmen menghadapi tekanan kerja yang semakin tinggi akibat persaingan pasar, target penjualan yang ketat, dan tuntutan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Dalam konteks tersebut, performa kerja positif tidak hanya ditentukan oleh kejelasan penetapan tujuan, tetapi juga oleh sumber daya psikologis yang dimiliki karyawan. Penelitian ini menguji peran modal psikologis sebagai mediator dalam hubungan antara penetapan tujuan dan performa kerja positif pada karyawan sales perusahaan garmen. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan berjumlah 135 karyawan sales yang diperoleh melalui convenience sampling. Penetapan tujuan diukur menggunakan skala 16 item, modal psikologis menggunakan PCQ-24, dan performa kerja positif menggunakan item task performance dan contextual performance dari IWPQ. Data dianalisis menggunakan reliabilitas internal, statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear, dan analisis mediasi dengan Jamovi. Hasil menunjukkan bahwa penetapan tujuan berhubungan positif dengan modal psikologis dan performa kerja positif. Modal psikologis juga berhubungan positif dengan performa kerja positif. Analisis mediasi menunjukkan bahwa modal psiklogis memediasi secara parsial hubungan antara penetapan tujuan dan performa kerja positif. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik penetapan tujuan yang terstruktur perlu diimbangi dengan penguatan modal psikologis agar karyawan sales dapat menampilkan perilaku kerja positif secara lebih konsisten.
Copyrights © 2026