Program urban farming merupakan sarana yang efektif untuk mendukung kemandirian pangan melalui peningkatan akses dan ketersediaan pangan serta pengurangan ketergantungan pada pasokan luar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program urban farming dan pengaruhnya terhadap tingkat kemandirian pangan pada anggota Kelompok Tani Gemah Ripah Bausasran. Penelitian menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode survei, wawancara dan kuesioner terhadap 27 anggota aktif dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tergolong efektif dengan capaian tinggi pada seluruh variabel, yaitu keberhasilan program (80,40%), pencapaian tujuan (82,41%), keberhasilan sasaran (78,70%), kepuasan terhadap program (80,25%), serta tingkat input dan output (78,47%). Tingkat kemandirian pangan anggota juga berada pada kategori tinggi (77,89%), meskipun masih bersifat parsial. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemandirian pangan (Sig. 0,000; Adjusted R² 0,598), sedangkan secara parsial hanya kepuasan terhadap program yang berpengaruh signifikan (Sig. 0,037). Temuan ini menunjukkan bahwa urban farming berjalan efektif, namun masih memerlukan penguatan pada aspek partisipasi anggota sejak tahap perencanaan, peningkatan integrasi hasil panen ke dalam pola konsumsi anggota, pemerataan pemahaman teknis program, peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen, serta optimalisasi penggunaan lahan, sarana, dan teknologi budidaya, untuk mendukung kemandirian pangan berkelanjutan.
Copyrights © 2026