Pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi isu penting di kawasan perkotaan karena berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat di Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari, Kalurahan Warungboto, melalui adopsi pengelolaan sampah organik dengan teknologi integrated farming system. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan dari kelompok tani dan instansi terkait, observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayan melalui pengelolaan sampah berbasis integrated farming system mendorong pengelolaan sampah organik menjadi praktik ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah ekonomi melalui budidaya maggot BSF, pemanfaatan kasgot, budidaya lidah buaya, dan produksi nata de aloe. Adopsi inovasi ini juga mencapai enam tujuan pemberdayaan, meliputi peningkatan usaha, pendapatan, kualitas hidup, lingkungan, kelembagaan, dan komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan pengelolaan sampah berbasis Integrated Farming System berpotensi menjadi strategi pengelolaan sampah organik yang produktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026