Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan sistem imun, serta penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi gangguan tidur adalah terapi sleep hygiene, yaitu penerapan kebiasaan tidur yang sehat dan pengaturan lingkungan tidur yang nyaman. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan analisis data dilakukan menggunakan Paired T-Test serta uji Cohen’s d untuk menghitung besar pengaruh intervensi. Hasil: penelitian menunjukkan hasil bahwa sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor PSQI sebesar 11,58 (kategori kualitas tidur buruk) dan setelah intervensi menurun menjadi 7,96 (kategori cukup baik). Nilai p = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi, dengan effect size sebesar d = 1,615 (kategori besar). Kesimpulan: Penerapan sleep hygiene berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien selama pengobatan.
Copyrights © 2026