Vovi Meidas Setia
Universitas Aisyah Pringsewu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Vovi Meidas Setia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1061

Abstract

Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan sistem imun, serta penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi gangguan tidur adalah terapi sleep hygiene, yaitu penerapan kebiasaan tidur yang sehat dan pengaturan lingkungan tidur yang nyaman. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan analisis data dilakukan menggunakan Paired T-Test serta uji Cohen’s d untuk menghitung besar pengaruh intervensi. Hasil: penelitian menunjukkan hasil bahwa sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor PSQI sebesar 11,58 (kategori kualitas tidur buruk) dan setelah intervensi menurun menjadi 7,96 (kategori cukup baik). Nilai p = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi, dengan effect size sebesar d = 1,615 (kategori besar). Kesimpulan: Penerapan sleep hygiene berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien selama pengobatan.
The Correlation Between Platelet Count, Hematocrit, And Hemoglobin With The Severity Of Dengue Fever Patients At The Mutiara Hati Maternity Hospital Of Pringsewu Febri Jaya Gunawan; Mustofa Mustofa; Betty Simanjuntak; Winda Afikirtiani; Vovi Meidas Setia; Yayan Setia Pratama; Hanum Aurilia Az Zahra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1312

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aedypti yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas cukup tinggi pada tahun 2022 sebanyak 143.184 penderita DBD dab mengalami penurunan pada tahun 2023 sebanyak 114,720 penderita. Penentuan derajat keparahan DBD sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi berat seperti syok dengue pemeriksaan laboratorium berupa, Trombosit, Hematokrit, dan Hemoglobin sering digunakan sebagai indicator klinis dalam menilai derajat keparahan demam berdarah  dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dengan derajat keparahan DBD di RSIA Mutiara Hati Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitin menggunakan pendekatan cross sectional retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 93 pasien DBD yang diperoleh dari data rekam medis priode januari – juni 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara trombosit dengan derajat keparahan DBD (p-value =0,001: OR = 7,179) dan memiliki hubungan yang signifikan antara hematokrit dengan derajat keparahan DBD ( p-value =0,001: OR = 6,900) sedangkan hemoglobin tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan DBD ( p-value = 0,122). Sebagian besar pasien dari penelitian ini berada pada derajat keparahan I dan II dengan nilai trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dalam kategori normal.