Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres. Stres diketahui dapat meningkatkan sekresi asam lambung yang berpotensi memicu gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan kejadian gastritis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (85%) dan gastritis kategori sedang (56,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,89 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gastritis merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh faktor lain seperti pola makan dan gaya hidup.
Copyrights © 2026