Health Research Journal of Indonesia
Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia

Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai

Risa Antriani (Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia)
Aloysia Ispriantari (Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2026

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui respons fisiologis tubuh yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop berdasarkan klasifikasi PERKI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 18 responden (30,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (61,7%), dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 23 responden (38,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah sebanyak 23 responden (38,3%) dan berada pada kategori hipertensi stadium 1 sebanyak 23 responden (38,3%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,004 dan koefisien korelasi r = 0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami individu, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

HRJI

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan ...