Pasien yang mengalami stroke sering menunjukkan gangguan fungsi motorik berupa kelemahan pada anggota gerak, khususnya bagian atas, yang biasanya disertai berkurangnya kekuatan otot. Studi kasus ini disusun untuk menggambarkan pelaksanaan latihan menggenggam bola karet pada pasien dengan stroke non-hemoragik. Menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien stroke non-hemoragik yang mengalami kelemahan otot pada ekstremitas bagian atas. Latihan genggam bola karet dilakukan sebagai intervensi selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari, dan durai selama 15 menit. Evaluasi kekuatan otot dilakukan menggunakan metode Manual Muscle Testing (MMT). Hasil studi kasus menunjukkan terdapat perubahan minimal pada kekuatan otot setelah intervensi, dengan skor kekuatan otot ekstremitas kiri atas dari skor awal 7 meningkat menjadi 8. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah pemberian latihan genggam bola karet. Meskipun demikian, temuan tersebut hanya menggambarkan respons pada satu pasien sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas intervensi secara umum maupun dalam jangka pendek.
Copyrights © 2026