Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p<0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.
Copyrights © 2026