Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pijat Refleksi dan Minyak Serai terhadap Nyeri Rheumathoid pada Lansia di Kemiling Raya Bandar Lampung Prima Dian Furqoni; Triyoso Triyoso; Deny Eka Liasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7276

Abstract

ABSTRAK Akibat penuaan usia terjadi bisa timbulnya berbagai masalah kesehatan dibagian organ tubuh yaitu salah satunya penyakit rheumthoid artitis (Kristanto & Maliya, 2012. Pada Negara  Indonesia memiliki jumlah penyakit rheumatoid arthritis dengan angka kejadian 34% (QADAFI, 2018). Data penyakit rheumathoid artitis di Provinsi Lampung pada tahun 2019 sebanyak 37.476.756 orang, pada tahun 2020 sebanyak 28.195.000 orang, dan pada tahun 2021 menjadi berjumlah 20.718.000 orang penderita(Kesehatan, 2018). Tujuan: Melakukan analisa hasil dan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia sehingga nyeri berkurang. Metode: penerapan pijat refleksi dan minyak serai ini dilakukan 1x5 menit selama 3 hari. Hasil: didapatkan hasil yaitu nilai mean skala nyeri sebelum diberikan penerapan terapi 5 sedangkan sesudah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 3. Skala nyeri hari kedua sebelum dilakukan penerapan 3 sesudah dilakukan terapi 2. Skala nyeri hari ketiga sebelum dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2 sedangkan setelah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2. Kesimpulan: terapi masase kaki memiliki arti terdapat perbaikan skala nyeri sesudah diberikan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia. Kata Kunci: Pijat Refleksi, Rheumathoid, Lansia ABSTRACT Health problems due to aging occur in various body systems, one of which is rheumatism. In Indonesia alone, the prevalence of rheumatoid arthritis in 2011 was 35%, in 2012. In Lampung Province, rheumatoid arthritis in 2019 amounted to 37,476,757 patients, in 2020 there were 28,196,000 people, and in 2021 it would be 20,719,000 people. sufferer. Objective: To analyze the results and apply reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly so that pain is reduced. Method: The application of reflexology and lemongrass oil was carried out 1x5 minutes for 3 days. Results: it was found that the average value of the pain scale before the application of therapy was 5 while after the application of therapy the pain scale was 3. The pain scale on the second day before the application was 3 after the therapy 2. The pain scale on the third day before the application of therapy the pain scale was 2 while after the application of pain scale therapy 2. Conclusion: this shows that there is an improvement in the pain scale after the application of reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly. Keywords: Reflexology, Rheumatoid, Elderly
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Tersedak Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026 Pitri Nofa Sari; Andoko Andoko; Dewi Kusumaningsih; Deny Eka Liasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1182

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p<0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.