Medication Error merupakan masalah yang banyak dijumpai dalam pelayanan Kesehatan yang berpotensi meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya perawatan pasien. Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dikembangkan sebagai teknologi keselamatan pasien untuk memastikan prinsip “5 benar” pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, dan benar rute. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas BCMA dalam menurunkan medication error. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui data Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci “barcode medication administration”, “BCMA”, “medication error”, dan “patients safety”. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi BCMA yang diintergrasikan dengan electronic medication administratuin record (eMAR), unit-dose dispensing, dan closed-loop medication system (CLMS), mampu menurunkan medication error seperti salah dosis, salah pasien, omission error, dan adverse drug events (ADEs). Namun, efektivitas sangat dipengaruhi oleh kepatuhan tenaga kesehatan melakukan scanning barcode, kualitas integrasi teknologi, desain system, dukungan organisasi, dan alur kerja yang jelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa BCMA efektif meningkatkan keselamatan pasien bila diterapkan sebagai bagian dari sistem pelayanan obat yang terintegrasi.
Copyrights © 2026