Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat herbal karena mengandung senyawa bioaktif yang berperan secara farmakologis. Di Kotamobagu daun bidara digunakan untuk mengatasi diare, pusing, dan pembengkakan, serta diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan kandungan flavonoid. Namun, data ilmiah mengenai profil flavonoidnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan profil kromatogram flavonoid dalam ekstrak daun bidara menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Tahapan penelitian meliputi metode kualitatif yaitu maserasi, skrining fitokimia, fraksinasi, KLT, kromatografi kolom, dan KLTP. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan HPLC dengan detektor UV-Vis (DAD) 260 nm, kolom C18, dan fase gerak asam format 0,1% dalam air (90%) serta asetonitril (10%) pada laju alir 1 mL/menit secara isokratik. Hasil menunjukkan nilai %RSD 0,22% dan memenuhi syarat linearitas baik R² sebesar 0,965% pada puncak kromatogram sampel dan pembanding kuarsetin dengan sekali injeksi muncul pada waktu retensi 3,095 menit yang mendekati standar kuersetin 3,022 menit, sehingga teridentifikasi senyawa golongan flavonoid jenis kuarsetin.
Copyrights © 2026